You are currently viewing Momentum Seni Film dalam Menggugah Kolaborasi Krisis Iklim

Vakansiinfo, Jakarta – Merupakan sebuah momentum penting. Ketika seni dan film menjadi bagian solusi krisis iklim dalam menggaungkan panggilan untuk berkolaborasi dalam aksi. Merayakan momentum tersebut, pada bulan anniversary yang ke-14. Climate Reality Indonesia meluncurkan film dokumenter terbaru. Tentang komunitas pesisir yang terdampak banjir rob selama beberapa tahun terakhir ini di kelurahan Degayu, Pekalongan. Yang telah bertahun-tahun berhadapan dengan dampak krisis iklim.

Acara Film Premiere and Discussion Degayu: Against the Shore ini terselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2023, pukul 14.00-17.30 WIB. Bertempat di Gedung Planetarium, Kineforum – Studio Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Degayu: Against the Shore di produksi dan di publikasi oleh ClimArt. Salah satu gerakan pemuda dari Youth Climate Reality Leaders, untuk mengkreasikan medium bergeraknya inisiatif solusi dan aksi krisis iklim. Melalui karya seni yang di yakini memiliki kekuatan untuk lebih menyentuh sanubari masyarakat terutama para pemuda.

Melalui karya ini, ClimArt mengusung kampanye #AgainstTheShore. Bertujuan untuk membangun aksi kolaboratif demi menemukan solusi dan inovasi kreatif bagi wilayah terdampak krisis iklim. Fokus utama film ini terletak pada banjir rob yang kini tengah mengancam wilayah pesisir jalur Pantai Utara Jawa Tengah. Dan berpotensi tenggelam seperti yang di prediksi sejumlah ahli akan di hadapi Kota Pekalongan. Kondisi ini sebelumnya telah di alami desa Simonet dan kini melanda kelurahan Degayu.

Momentum Seni Film dalam Menggugah Kolaborasi Krisis Iklim

Konsep expository dan poetic documentary

Produksi film ini bermitra dengan Mercy Corps Indonesia, Adaptation Fund, Kemitraan Partnership, dan Kelurahan Degayu. Film ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak banjir rob. Sebagai salah satu konsekuensi dari krisis iklim. Serta menunjukkan upaya dan solusi yang di perjuangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga  Dari Film Yang Dibintangi Reza Rahadian Hingga Musisi Abdul & The Coffee Theory, 7 Film Pendek Terbaru Ini Siap Ramaikan Bioskop Online

Film “Degayu : Against the Shore” di buat dengan konsep expository dan poetic documentary. Di mana di paparkan fakta lapangan yang di selingi oleh sentimen tentang hubungan manusia dengan krisis yang di hadapi. Mengiringi film ini terdapat lagu ciptaan pemuda lokal dari Pekalongan yang menggunakan dokumentasi film sebagai musik videonya.

Peluncuran Degayu: Against The Shore di lanjutkan dangan Bedah Film dan diskusi bersama sutradara dan penulis naskah. Ahsania AR Aghnetta yang juga merupakan Youth Coordinator dari ClimArt. Di dampingi Arifah Handayani selaku executive producer yang sekaligus Community Action Manager dari Climate Reality Indonesia. Hadir pada diskusi ini. Salah satu tokoh film yang memerankan dirinya sendiri, Arif Ganda Purnama. Beliau adalah Governance Specialist dari Mercy Corps Indonesia, di Pekalongan.  Juga hadir Yani Saloh, aktivis lingkungan dan pemerhati seni, anggota Strategy Team dari Climate Reality Indonesia.

Momentum Seni Film dalam Menggugah Kolaborasi Krisis Iklim

“Momen ini menjadi bersejarah bagi kami, karena bahasan krisis iklim yang seringnya di bawakan pada forum akademisi dan pemerintahan yang cenderung saintifik, serius dan formal, sekarang dapat di lihat dan di perhatikan para pegiat seni. “ menurut Ahsania AR Aghnetta, sutradara film dokumenter ini.

Aghnetta juga berharap film ini dapat menjadi jembatan untuk lebih banyak orang bisa bergabung dan ikut mengambil peran dalam menyuarakan kegelisahan atas krisis iklim melalui hal yang mereka minati.

Film Premiere and Discussion, Degayu: Against The Shore membuka ruang diskusi bagi aktivis, sineas, dan para pelaku di industry kreatif

Acara Film Premiere and Discussion, Degayu: Against The Shore yang di buka oleh Direktur Climate Reality Indonesia, Amanda Katili, PhD ini membuka ruang diskusi bagi aktivis, sineas, dan para pelaku di industry kreatif tentang cara terbaik untuk berkontribusi membantu mencarikan solusi bagi komunitas pesisir yang terdampak secara multi sektor. Diskusi ini juga menggarisbawahi peran para sineas yang sejatinya lebih mampu menyuarakan kisah-kisah yang jarang terdengar dari krisis iklim, kepada dunia.

Baca Juga  Foto-foto First Look Budi Pekerti Perlihatkan Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, dan Dwi Sasono

Film premier ini di bagi ke dalam tiga kegiatan utama: screening film; bedah Film; dan diskusi interaktif terkait call-to-action untuk desa terdampak banijr rob. Acara terbuka untuk komunitas, pegiat, aktivis, pemerhati krisis iklim, pelajar, masyarakat yang berjejaring dengan Climate Reality Indonesia, dan Kineforum Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Besar harapan penyelenggara kegiatan ini dapat menjadi media berjejaring untuk membangun aksi kolaborasi yang menghasilkan solusi.

“Film ini bisa menjadi inspirasi untuk anak muda yang bingung harus melakukan apa agar bisa kontribusi di aksi perubahan iklim. Kadang kita punya semangatnya, tapi nggak tahu harus mulai dari mana. Karena menonton film ini saya jadi terinspirasi untuk mengulik hobi apa yang bisa di pakai untuk jadi saluran aksi bagi bumi.” ujar Melisa, siswa sekolah menengah Jakarta yang hadir untuk menyaksikan film dokumenter ini.

Harapannya, peluncuran film dokumenter #AgainstTheShore ini dapat menggerakkan sanubari para penonton serta masyarakat umum untuk ikut menjadi bagian dari solusi terhadap isu krisis iklim.

(Red)