Sab. Agu 30th, 2025

Universitas Mercu Buana Dorong Peningkatan Ekonomi Kampung Ekowisata Keranggan Melalui Hibah Alat dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna

Universitas Mercu Buana Dorong Peningkatan Ekonomi Kampung Ekowisata Keranggan Melalui Hibah Alat dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna

Vakansiinfo – Universitas Mercu Buana terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui program Pemberdayaan Desa Binaan di Kampung Ekowisata Keranggan, Kabupaten Tangerang Selatan. Sebagai wujud nyata kontribusi terhadap peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat, Universitas Mercu Buana, melalui hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), merancang peralatan dan memberikan pelatihan teknis kepada warga kampung. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis potensi lokal.

Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Mercu Buana dalam memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mengoptimalkan potensi lokal Kampung Ekowisata Keranggan, salah satu destinasi wisata berbasis komunitas di Tangerang Selatan. Di tengah transformasi sosial dan ekonomi nasional, Kampung Ekowisata Keranggan menghadapi tantangan sekaligus peluang, terutama di era digitalisasi. Dengan semakin luasnya akses terhadap teknologi, kampung ini berpotensi menjadi model pengembangan desa berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Kampung Ekowisata Keranggan memiliki potensi besar dalam industri makanan, kerajinan tangan, dan pariwisata berbasis budaya lokal. Namun, meskipun kaya akan sumber daya alam dan manusia, kampung ini masih menghadapi tantangan dalam kapasitas produksi dan produktivitas ekonomi. Akses terhadap teknologi dan pengetahuan untuk meningkatkan efisiensi produksi masih terbatas, baik di sektor makanan, kerajinan, maupun UKM lainnya.

Universitas Mercu Buana Dorong Peningkatan Ekonomi Kampung Ekowisata Keranggan Melalui Hibah Alat dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna

Masyarakat kampung sangat membutuhkan alat-alat modern yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan keterampilan teknis, terutama dalam pengolahan bahan baku lokal menjadi produk bernilai jual tinggi. Misalnya, industri makanan di kampung, seperti produk berbasis singkong dan makanan tradisional, masih dikerjakan secara manual, sehingga membatasi volume dan konsistensi kualitas produksi. Industri kerajinan tangan juga menghadapi kendala dalam hal desain dan pemasaran produk.

Dalam merespons kebutuhan ini, Universitas Mercu Buana merancang program pemberdayaan melalui hibah peralatan yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi. Alat-alat seperti mesin perajang singkong, mesin cetak jipang, dan mesin pencacah pelepah pisang di salurkan untuk membantu modernisasi proses produksi lokal. Namun, peningkatan kapasitas produksi ini juga harus di imbangi dengan strategi pemasaran yang kuat agar produk dapat di terima di pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, selain pelatihan teknis penggunaan alat, Universitas Mercu Buana juga memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran, termasuk konsep reseller, yang diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi produk lokal.

Baca Juga  Perayaan Tahun Baru 2025: Nemuru Hotels Hadirkan Momen Tak Terlupakan di Seluruh Properti, ini list Hotelnya

Lurah Kampung Ekowisata Keranggan, Madih SE, menyampaikan bahwa program ini telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. “Kami melihat perubahan nyata. Pelatihan yang diberikan Universitas Mercu Buana telah membantu warga meningkatkan keterampilan dan pendapatan mereka. Ini adalah langkah besar dalam upaya kami mengembangkan potensi lokal,” ungkapnya.

Pelatihan yang di adakan tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan operasional alat. Tetapi juga membantu masyarakat memahami cara memaksimalkan potensi alat tersebut guna meningkatkan produktivitas. Pelatihan ini di adakan secara bertahap, di mulai pada 22 Agustus 2024 dengan sosialisasi penerapan teknologi. Pelatihan tentang penggunaan mesin pencacah pelepah pisang dan mesin router CNC juga di lakukan. Kemudian, pada 2 September 2024, pelatihan terkait produk kecirian, penggunaan 3D printer, dan mesin laser engraver di laksanakan. Di akhir rangkaian, pada 19 September 2024, pelatihan pemasaran melalui Tokopedia. Serta penggunaan mesin perajang singkong dan mesin cetak jipang di selenggarakan.

Universitas Mercu Buana Dorong Peningkatan Ekonomi Kampung Ekowisata Keranggan Melalui Hibah Alat dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna

Dr. Eng. Heru Suwoyo, ST, M.Sc, salah satu narasumber, menekankan bahwa teknologi tepat guna dapat menjadi kunci kesejahteraan masyarakat pedesaan. “Melalui program ini, kami ingin membantu warga Kampung Ekowisata Keranggan mengembangkan keterampilan teknis dan memberdayakan potensi lokal yang ada,” ujarnya.

Baca Juga  Ditjen Komunikasi Publik dan Media dengan Pondok Pesantren Al Baghdadi Gelar Doa Bersama untuk Generasi Sehat di Era Digital

Julpri Andika, ST, M.Sc, menambahkan bahwa pelatihan ini di harapkan memberi dampak jangka panjang. Tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada cara pandang masyarakat terhadap teknologi. “Kami ingin teknologi menjadi alat yang mudah di akses dan di gunakan oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Sementara itu, Rizky Dinata, S.Ds, MA, menyoroti pentingnya pengembangan desain produk lokal. “Kami berharap masyarakat dapat menciptakan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi melalui kreativitas dan inovasi,” ungkapnya.

Program ini adalah komitmen nyata Universitas Mercu Buana untuk menciptakan perubahan dari tingkat akar rumput. Dr. Nazori menyatakan, “Melalui sinergi antara teknologi dan kearifan lokal. Kami berharap program ini mampu membawa Kampung Ekowisata Keranggan menuju pembangunan yang berkelanjutan.”

Selain hibah alat dan pelatihan teknis, Universitas Mercu Buana juga melibatkan mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), memberikan kesempatan untuk belajar langsung dari proyek pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat Kampung Ekowisata Keranggan menyampaikan apresiasi tinggi atas program ini. Bapak Farhan, salah satu warga, merasa sangat terbantu. “Dengan adanya alat-alat seperti mesin pencacah dan perajang singkong, pekerjaan kami jadi lebih cepat dan efisien,” katanya. Bapak Ade, Ketua RT Keranggan, juga menambahkan. “Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka wawasan kami tentang pentingnya teknologi.”

Pada akhirnya, program ini di harapkan dapat membawa dampak berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Ekowisata Keranggan. Tidak hanya dalam hal peningkatan ekonomi. Tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan desa. Universitas Mercu Buana, melalui dedikasi tim hibah dan dukungan DRTPM, terus berkomitmen untuk menciptakan desa yang lebih mandiri dan berdaya saing di tingkat nasional bahkan internasional.

(Eff)

Related Post