Atraksi Helaran Budaya Pertama Bukan Pada Hari Jadi Bogor

Vakansiinfo – Untuk pertama kali atraksi budaya yang bersifat kolosal di Kota Bogor baru di tampilkan oleh kelompok seniman yang di gagas oleh tokoh seniwati Tien Rostini Asikin dan di dukung oleh Walikota Kota Bogor saat itu, Iswara Natanegara SH, masa jabatan 1999-2004.

Saat yang sangat bersejarah bagi perkembangan Kota Bogor khususnya dan Kota-kota lainnya di Indonesia. Saat itulah untuk pertama kali di canangkan Otonomi Daerah di Indonesia. Bogor berstatus dari Kotamadya menjadi Kota. Dampaknya terjadi pada tatanan perangkat daerah, di tetapkanya Desa menjadi Kelurahan. Yang tentu saja Kepala Desa menjadi Lurah dan harus dari Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Dampak Otonomi Daerah juga terjadi pada nomenklatur perangkat kota. Antara lain bidang Kebudayaan yang semula nempel pada Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bogor (KANDEPDIKBUD). Masuk ke jajaran Dinas Pariwisata Daerah Kotamadya dan bidang Pendidikan ke dalam Dinas Pendidikan Kota. Yang menarik bidang Kebudayaan tidak serta merta berubah menjadi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Tapi bergabung pada eselon yang lebih rendah setingkat Kantor atau Bagian. Turun ke eselon tiga menjadi Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya atau PARSENIBUD Kota Bogor. Dengan demikian lingkup Kebudayaan lebih luas jangkauannya di lingkungan Kota Bogor, di bandingkan saat menjadi salah satu seksi pada Kandepdikbud.

Semua kegiatan terkait dengan giat seni dan budaya, keberadaan sanggar-sanggar seni, permuseuman, kesejarahan, nilai nilai tradisional dan sastera di kelola oleh Kantor Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Kota Bogor.

Sejarah awal penyelenggaraan Atraksi Budaya yang sifatnya kolosal seperti Helaran tidak terkait dengan ritual tahunan Hari Jadi Bogor. Kapankah Atraksi Budaya Helxaran untuk pertama kali terselenggara? Banyak fihak yang belum mengetahuinya, mungkin termasuk para pelaku seni dan sosok budayawan di Bogor sendiri.

Helaran bermula dari konsep pemikiran Walikota Iswara (1999-2004)), terkait dengan kemandegan dan langkanya kegiatan seni dan budaya yang spesifik di Kota Bogor. Konsep pemikiran ini kemudian di lontarkan kepada budayawati dan pegiat seni Tien Rostini Asikin. Dan tentu saja ajakan sekaligus tantangan dari Walikota Iswara ini di sambut dengan antusias.

Baca Juga  Transformasi Tubuh Selama Ramadan: Dari Lemas Hingga Bertenaga!

Sosok yang satu ini adalah di kenal tak hanya penari juga Pendekar Pembina Pencak Silat Pajajaran Nasional Bogor, Penasehat Persilatan IPSI Kota Bogor, Penasehat Pedalangan PEPADI Kota Bogor, Dewan Penyanrun Akademi Seni Bogor ( AKSEN), Penasehat Dewan Kesenian Jawa Barat, Anggota Kehormatan Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS). Ema Ageung paling di kenal sebagai Ketua Umum Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan Bogor.

Berdasarkan penyelenggaraan Atraksi Helaran Budaya yang pertama dan di nilai sangat berhasil. Maka Pemerintah Kota Bogor merencanakan akan menggelar kembali Atraksi Budaya tersebut. Tentu dengan pemikiran dan konsep kebudayaan yang lebih terpadu dan terarah. Melalui Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya, sebagai penanggung jawab acara Helaran, di tetapkan momentum Hari Jadi Bogor sebagai titik awal penyelenggaraan Atraksi Budaya yang bersifat kolosal itu mulai di garap.

Awal terbentuknya Kantor Parsenibud di kepalai oleh Kusdinar Sabur yang di tunjang oleh personal-personal yang memiliki keahlian sesuai bidangnya. Dalam sejarah kedinasan menyangkut kepariwisataan dan kebudayaan di Kota Bogor tahun 1999-2000, tercatat sebagai kedinasan yang SDMnya di isi oleh mereka yang berlatar ilmu budaya dan sosok yang terkait dengan kegiatan bidang kepariwisataan. Maka mudah di fahami jika kemudian gelar Atraksi Helaran Budaya yang diselenggarakan terkait Hari Jadi Bogor pada 3 Juni 2001, ditangani oleh Kantor Parsenibud lebih semarak dan monumental.

Baca Juga  Queen, Sang Legenda Rock Dunia yang Tak Pernah Pudar
Proses persiapan Helaran di awali dengan penggalangan para budayawan yang dipelopori Tokoh Seniwati Bogor, Ema Ageung. Setiap rapat diselenggarkan di Markas Besar Sanggar Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan yang terletak di Jalan Loader nomor 1, Kompleks Bina Marga, Baranangsiang.

Sosok Budayawan Kota Bogor yang terlibat di dalamnya antara lain pelukis Adenan Taufik dan Eman Sulaeman. Yang sangat menarik Adenan Taufik sempat menggambar skenario Helaran berukuran panjang lebih dari tiga meter.

Catatan lain yang menarik adalah keterlibatan Taman Safari Indonesia yang berpartisipasi menyumbangkan dua ekor gajah. Binatang besar itu seolah-olah mengawal iring-iringan seniman Kota Bogor dari rute Balai Kota-Gelanggang Olah Raga. Sambutan antusias masyarakat tak hanya dicatat oleh para tamu dari Jakarta, Bandung dan beberapa kota lainnya, juga jurnalis Kompas, Pikiran Rakyat dan Radar Bogor.

Helaran pertama sebelum melibatkan acara ritual Hari Jadi Bogor ke 518, pada hari Kamis tanggal 23 November 2000, seolah olah mengguncang Kota Bogor. Setahun kemudian pada Hari Jadi Bogor ke 519tahun, pada 3 Juni 2001, saat pertama kali penyelenggaraan Atraksi Budaya Helaran telah mencatatkan sebuah atraksi budaya telah membawa para pegiat seni dan budayawan untuk menatap Bogor sebagai sebuah Kota yang kaya tinggalan budaya masa gemilang Pemerintahan Sang Sri Baduga Maharaja.

Dirgahayu dan selamat berulang tahun Bogor ke 543, Bogor yang Kota Sain dan Kota Pusaka.

Oleh: Rahmat Iskandar

(Red)

About The Author

Author

vakansiinfooffcial@gmail.com

Related Posts