VakansiInfo – Hampir semua orang pernah punya satu sosok spesial. Orang yang dulu kita yakini sebagai “the one”—tempat pulang paling aman, orang yang paling mengerti kita, dan sosok yang kita bayangkan akan menemani hidup selamanya.
Sayangnya, tidak sedikit dari kita yang akhirnya kehilangan orang tersebut. Perpisahan dengan “the one” sering meninggalkan ruang kosong yang besar, bukan cuma di hidup, tapi juga di hati. Rasanya bisa campur aduk: sedih, marah, denial, sampai takut tidak akan pernah menemukan cinta sebesar itu lagi.
Kehilangan orang yang kita anggap soulmate memang tidak mudah. Tapi percayalah, itu bukan akhir dari segalanya. Berikut tiga cara pelan-pelan berdamai dan move on dari orang yang dulu kamu kira adalah “the one”.
1. Tantang Ulang Konsep “The One”
Banyak dari kita tumbuh dengan keyakinan bahwa hanya ada satu orang yang diciptakan khusus untuk kita. Film, novel romantis, dan cerita cinta seolah menguatkan anggapan itu.
Namun seiring waktu dan pengalaman patah hati, sudut pandang itu bisa berubah. Faktanya, ada banyak orang yang bisa kita cintai, bangun koneksi sehat dengannya, dan berbagi masa depan yang indah.
Cinta bukan cuma soal perasaan, tapi juga pilihan. Jika seseorang memilih pergi atau mengkhianati kepercayaan, itu bukan berarti kamu gagal atau tidak layak dicintai. Bisa jadi, dia adalah “orang yang tepat” untuk satu fase hidup—bukan untuk selamanya, tapi untuk mengajarkan seberapa dalam kamu bisa mencintai.
2. Pahami bahwa Cinta Tidak Sama dengan Memiliki
Hubungan jangka panjang bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan cinta. Hidup terus berubah, begitu juga manusia dan relasi. Bahkan pernikahan pun tidak menjamin segalanya akan berjalan mulus selamanya.
Komitmen adalah hal yang indah dan patut dihargai, tapi cinta tidak berarti memiliki atau mengontrol orang lain. Setiap individu tetap punya ruang untuk tumbuh, berubah, dan menentukan jalannya sendiri.
Ketika hubungan berakhir, bukan berarti cinta yang pernah ada itu palsu. Bisa jadi, hubungan tersebut memang sudah selesai pada waktunya.
3. Percaya bahwa Kamu Tidak Akan Kehilangan Takdir Cintamu
Banyak orang merasa setelah putus dari “the one”, hidupnya tidak akan pernah sama. Takut tidak akan menemukan sosok yang setara atau lebih baik.
Nyatanya, kamu memang tidak akan menemukan orang yang sama—karena setiap orang unik. Tapi kamu akan bertemu dengan orang-orang baru, dengan versi hubungan yang berbeda, yang mungkin justru membuatmu tumbuh dengan cara yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.
Hubungan di masa lalu tetap layak di hargai. Ia pernah nyata, bermakna, dan tulus pada masanya. Tapi jika memang harus berakhir, pasti ada alasan yang membawamu ke sesuatu yang lebih selaras dengan dirimu sekarang.
Move on bukan berarti melupakan, tapi menerima. Menghargai cinta yang pernah ada, sambil membuka diri pada kemungkinan baru. Percayalah, kamu tidak akan melewatkan apa pun yang memang ditakdirkan untukmu.
(Ati)



