Surplus Jagung Nasional Naik 23 Persen, Pemerintah Dorong Bulog Mulai Ekspor

Surplus Jagung Nasional Naik 23 Persen, Pemerintah Dorong Bulog Mulai Ekspor

VakansiInfo – Indonesia kembali mencatatkan capaian positif di sektor pangan pada 2025. Setelah produksi beras mengalami lonjakan signifikan, produksi jagung nasional juga menunjukkan tren peningkatan yang kuat, hingga mendorong pemerintah untuk tidak melakukan impor jagung pakan bagi Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Perum Bulog.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang mempercepat tercapainya swasembada jagung. Hal tersebut disampaikannya saat panen raya jagung serentak bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi di Bekasi, Kamis (8/1/2026).

Menurut Amran, dukungan Komisi IV DPR RI dan keterlibatan aktif Polri menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional. Ia menilai, kenaikan produksi tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani, menekan kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta berkontribusi pada pencegahan kejahatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 6,44 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 15,14 juta ton. Sementara itu, kebutuhan konsumsi jagung nasional tercatat 15,65 juta ton.

Baca Juga  Hadapi Nataru, Mendagri Minta Pemda Siaga dan Cegah Kenaikan Harga Tiket

Dengan demikian, dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas mencatat surplus jagung sebesar 463,9 ribu ton pada 2025. Angka ini melonjak sekitar 23,2 persen dibandingkan surplus pada 2023 yang sebesar 307,4 ribu ton.

Surplus tersebut menjadi dasar pemerintah untuk mendorong Perum Bulog mempersiapkan ekspor jagung, seiring kontribusi Polri yang disebut mencapai sekitar 3,5 juta ton atau 20 persen dari total produksi jagung nasional 2025.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kesiapan pihaknya untuk melaksanakan ekspor jagung dan beras pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini sekaligus menandai fase baru pengelolaan pangan nasional dari swasembada menuju penguatan daya saing ekspor. (Eff)

About The Author

Pilihan Redaksi

Batuk Rejan: Kelihatannya Cuma Batuk, Padahal Bisa Bahaya

Batuk Rejan: Kelihatannya Cuma Batuk, Padahal Bisa Bahaya

Wisata Bromo Makin Populer di 2026, Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel Tawarkan Penginapan Autentik

Wisata Bromo Makin Populer di 2026, Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel Tawarkan Penginapan Autentik