VakansiInfo, Jakarta – Novo Nordisk Indonesia mendukung pemulihan layanan kesehatan bagi pasien diabetes pascabencana di Pulau Sumatera melalui donasi 13.700 pen insulin. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Changing Diabetes in Children (CDiC), dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) guna memastikan keberlanjutan terapi insulin bagi pasien diabetes yang terdampak bencana.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November hingga Desember 2025 menyebabkan dampak serius terhadap masyarakat dan infrastruktur kesehatan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.000 korban jiwa, ratusan orang hilang, ribuan korban luka, serta kerusakan pada ratusan ribu rumah dan ratusan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.
Kerusakan infrastruktur dan terganggunya layanan kesehatan menjadi tantangan besar bagi penyandang diabetes yang bergantung pada pengobatan jangka panjang. Gangguan distribusi obat serta keterbatasan akses fasilitas kesehatan berisiko menghambat terapi insulin, terutama bagi pasien diabetes tipe 1, termasuk anak dan remaja, yang sepenuhnya bergantung pada insulin untuk bertahan hidup. Terputusnya terapi insulin, bahkan dalam waktu singkat, dapat meningkatkan risiko komplikasi serius hingga berakibat fatal.
Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kemenkes RI, Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS, menegaskan bahwa ketersediaan obat esensial seperti insulin merupakan kebutuhan mendesak dalam situasi darurat. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang memastikan pasien diabetes tetap memperoleh terapi yang dibutuhkan selama masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Sreerekha Sreenivasan, General Manager Novo Nordisk Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan diabetes dan obesitas.
Donasi insulin akan disalurkan secara bertahap melalui mekanisme distribusi nasional yang dikoordinasikan Kemenkes RI, dengan target menjangkau sekitar 500 pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 di kabupaten/kota terdampak. Melalui sinergi ini, seluruh pihak berharap dukungan tersebut dapat membantu pasien diabetes tetap aman dan berkelanjutan menjalani terapi di tengah proses pemulihan pascabencana. (Eff)



