Perkuat Jeep dan Citroën, Umumkan Kerja Sama Strategis dengan Leapmotor di Indonesia
VakansiInfo, Jakarta – Satu tahun sejak resmi hadir di Indonesia, Stellantis Brand House di bawah PT Indomobil National Distributor kembali menegaskan komitmennya menghadirkan portofolio kendaraan global yang relevan bagi pasar domestik. Melalui partisipasinya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, perusahaan mengumumkan arah strategis 2026 yang difokuskan pada penguatan brand Jeep dan Citroën, sekaligus rencana kerja sama strategis dengan Leapmotor untuk memproduksi dan memasarkan kendaraan di Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 2025, Stellantis Brand House berkembang menjadi ekosistem brand otomotif terintegrasi yang menghadirkan pengalaman kepemilikan menyeluruh, mulai dari produk, layanan purna jual, hingga jaringan dealer. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan konsumen Indonesia memperoleh solusi mobilitas global dengan dukungan standar layanan lokal yang kuat.
“Memasuki tahun kedua Stellantis Brand House di Indonesia, fokus kami adalah memperkuat fondasi yang sudah dibangun. Kami ingin memastikan setiap brand di bawah Stellantis Brand House semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, baik dari sisi produk, layanan, maupun pengalaman pelanggan,” ujar Tan Kim Piauw, CEO Stellantis Brand House Indonesia.
Kerja Sama Strategis dengan Leapmotor
Sebagai bagian dari ekspansi portofolio, Stellantis Brand House mengumumkan rencana kehadiran Leapmotor di Indonesia pada 2026. Langkah ini menjadi strategi untuk memperluas pilihan kendaraan berbasis teknologi modern, khususnya kendaraan listrik.
“Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Indomobil National Distributor dan Leapmotor akan menjalin kerja sama strategis. Tahun 2026 akan menjadi awal perjalanan Leapmotor di Indonesia sebagai brand yang menghadirkan inovasi teknologi kendaraan listrik dan mobilitas masa depan,” jelas Tan Kim Piauw.
Leapmotor, yang berdiri pada 2015 di Hangzhou, Tiongkok, dikenal sebagai produsen kendaraan listrik cerdas dengan model bisnis terintegrasi secara vertikal, mencakup riset, pengembangan, hingga produksi. Perusahaan ini mengembangkan sendiri berbagai komponen inti seperti powertrain, sistem elektronik, serta perangkat lunak kendaraan, sehingga mampu menghadirkan inovasi lebih cepat dan efisien.
Di Indonesia, Leapmotor akan dikembangkan secara bertahap melalui jaringan Indomobil. Informasi mengenai lini produk, jadwal peluncuran, serta strategi pemasaran akan diumumkan sepanjang 2026, menyesuaikan kesiapan portofolio model dan ekosistem pendukung.
Outlook Jeep 2026
Tahun 2026 menjadi momen penting bagi Jeep dengan perayaan 85 tahun secara global. Di Indonesia, momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan karakter Jeep sebagai brand ikonik yang identik dengan petualangan, kebebasan, dan kapabilitas off-road.
Jeep Indonesia menghadirkan Jeep 85th Anniversary Series yang dapat dipesan terbatas selama IIMS 2026. Selain itu, pendekatan lifestyle-driven diperkuat melalui aktivitas komunitas, edisi spesial, serta pilihan warna eksklusif.
Outlook Citroën 2026
Citroën Indonesia memasuki 2026 dengan fokus memperkuat ekosistem keluarga C3, C3 Manual, C3 Aircross, dan ë-C3 All Electric. Lini ini diposisikan sebagai solusi mobilitas yang nyaman, efisien, dan lengkap bagi konsumen.
Strateginya mencakup peningkatan pengalaman pelanggan, perluasan jaringan layanan, serta program kepemilikan yang lebih mudah. Seluruh produk didukung layanan purna jual Redefining Customer Care, termasuk layanan Always-On 24/7, dukungan teknis profesional, serta jaminan ketersediaan suku cadang. Partisipasi di IIMS 2026 juga dilengkapi program penjualan eksklusif bagi konsumen.
Komitmen 2026
Melalui penguatan Jeep dan Citroën serta pengembangan kerja sama dengan Leapmotor, Stellantis Brand House Indonesia menegaskan langkah strategisnya untuk tumbuh sebagai ekosistem mobilitas global yang relevan di pasar domestik.
“Kami percaya bahwa kombinasi Jeep, Citroën, dan Leapmotor akan memberikan pilihan yang semakin lengkap bagi konsumen. Dengan dukungan jaringan Indomobil, kami optimistis dapat membangun masa depan mobilitas yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Tan Kim Piauw. (Mur)


