Kementerian Ekraf Dorong Transformasi Musik Nasional Lewat Kolaborasi dengan Gig Life Pro

Kementerian Ekraf Dorong Transformasi Musik Nasional Lewat Kolaborasi dengan Gig Life Pro

VakansiInfo, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk memperkuat subsektor musik sebagai salah satu prioritas dalam lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam audiensi bersama platform global Gig Life Pro di Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (12/2).

“Kementerian Ekraf memprioritaskan tujuh subsektor, termasuk musik. Kami hadir bukan sekadar memberi apresiasi, tetapi menjadi kolaborator strategis agar subsektor musik Indonesia berkembang dan berdaya saing global,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Menurutnya, Indonesia memiliki talenta musik yang sangat potensial. Tantangan ke depan adalah mentransformasikan kekuatan tersebut menjadi nilai ekonomi berkelanjutan melalui penguatan ekosistem, kolaborasi lintas sektor, dan akses pasar internasional.

Dorong Akses Global dan Kolaborasi Asia

Gig Life Pro merupakan platform jejaring profesional industri musik yang memiliki anggota dari 60 negara dan berfokus pada penguatan networking global, edukasi, kurasi acara, serta advisory strategy. Dalam tiga tahun terakhir, platform ini berkembang dari 300 anggota menjadi hampir 2.000 anggota dengan rata-rata pengalaman profesional 12 tahun di industri musik.

Baca Juga  Subsektor Ekonomi Kreatif dalam Balutan Festival Budaya Indonesia

Indonesia kini menjadi jaringan komunitas terbesar ke-6 dalam ekosistem Gig Life Pro, mencerminkan tingginya minat dan potensi pasar musik nasional.

Founder Gig Life Pro, Priya Dewan, menyampaikan optimismenya terhadap industri musik Indonesia.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang dinamis dengan talenta kuat. Kami ingin membuka akses dan membangun jembatan antara pegiat industri musik lokal dengan peluang global sehingga kolaborasi berjalan dua arah,” jelas Priya.

Audiensi juga membahas pentingnya kerja sama regional, khususnya di kawasan Asia, sebagai strategi memperluas pasar internasional. Momentum ajang Music Awards Japan 2026 yang diselenggarakan CEIPA (Japan Culture and Entertainment Industry Promotion Association) dinilai dapat dimanfaatkan optimal oleh pegiat industri musik Indonesia.

Pendekatan Hexahelix untuk Ekosistem Musik

Kementerian Ekraf menegaskan bahwa penguatan subsektor musik akan dilakukan melalui pendekatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan. Model ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas bisnis musik, memperluas akses pasar internasional, serta menempatkan musik sebagai komponen kunci dalam pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga  Nusantara Beat Rilis Album Perdana Bertajuk Self-Titled, Angkat Akar Musik Indonesia ke Panggung Global

Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri Rian Syaf, Direktur Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang Kejora Mallarangeng.

Turut hadir Founder Indomusikgram Christian Bong dan Fabian Indomusikgram, perwakilan Nippon Columbia Group (Label/Distributor) CEIPA Akira Nomoto, Concert Promoter Yuta Nomura, Artist Management Takayuki Morinaka dan Chiharu Konii, serta Singer-songwriter Sandei. (Mur)

About The Author

Pilihan Redaksi

Swiss-Belhotel International Perkuat Portofolio Brand Mewah di Batam, Hadirkan Dua Resor Baru

Swiss-Belhotel International Perkuat Portofolio Brand Mewah di Batam, Hadirkan Dua Resor Baru

Dari Tongkrongan ke Laboratorium Urban, ASICS Hadirkan GEL-NYC™ 2.0

Dari Tongkrongan ke Laboratorium Urban, ASICS Hadirkan GEL-NYC™ 2.0