Transformasi Pendidikan di Wilayah 3T: Dedikasi Guru dan Dukungan Teknologi Jadi Kunci Pemerataan

VakansiInfo, – Transformasi pendidikan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) bukan perkara mudah. Tantangan yang dihadapi bukan hanya jarak geografis, tetapi juga keterbatasan listrik, akses internet yang belum stabil, hingga minimnya sarana pembelajaran. Meski demikian, para guru tetap berdiri di garis terdepan memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan efektif dan bermakna.

Komitmen pemerataan mutu pendidikan terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemerintah mendorong penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas guru, serta penyediaan teknologi pembelajaran sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani, menegaskan bahwa guru merupakan aktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah tidak hanya fokus pada akses pendidikan, tetapi juga pada penguatan profesionalisme guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Semangat tersebut tercermin dari pengalaman Muhammad Fathul Arifin, guru yang mengabdi selama lima tahun di wilayah 3T. Saat bertugas di Barito Selatan, Kalimantan Tengah, ia menghadapi keterbatasan listrik dan internet. Namun kondisi itu tidak menghalanginya untuk berinovasi. Ia memanfaatkan proyektor dengan bantuan mesin pembangkit listrik sederhana untuk menyampaikan materi berbasis PowerPoint dan gim edukasi.

Baca Juga  Direktorat SMK dan Wadhwani Foundation Satukan SMK Nasional, Perkuat Kesiapan Kerja Lulusan

Pendekatan humanis dan menyenangkan menjadi strategi utamanya. Ice breaking, diskusi santai, dan sesi tanya jawab interaktif membuat suasana kelas tetap hidup. Bagi Fathul, membangun motivasi dan pola pikir siswa sama pentingnya dengan menyampaikan materi pelajaran.

Perubahan signifikan mulai terasa ketika sekolahnya menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID), akses internet satelit Starlink, serta dukungan tenaga surya. Teknologi tersebut memperlancar pelaksanaan asesmen dan pembelajaran digital.

Transformasi pendidikan wilayah 3T membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan dedikasi guru menjadi kunci pemerataan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

About The Author

Author

vakansiinfooffcial@gmail.com

Related Posts