VakansiInfo, Jakarta – Di tengah tekanan sektor properti akibat daya beli, suku bunga, dan biaya pendanaan, PT Pos Properti Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 hingga awal 2026. Anak perusahaan dari PT Pos Indonesia (Persero) ini mengandalkan strategi diversifikasi bisnis dan optimalisasi aset untuk menjaga stabilitas pendapatan.
Direktur PT Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi, menegaskan bahwa peluang pasar properti domestik tetap terbuka seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 5 persen.
“Kami melihat dinamika ekonomi memang ada, tetapi kebutuhan properti yang produktif masih kuat. Dengan portofolio aset yang tersebar di berbagai kota dan diversifikasi sumber revenue, kami tetap optimistis dapat menangkap peluang pasar,” ujar Junita dalam program Property Point di CNBC Indonesia.
Tangkap Peluang dari Perubahan Gaya Hidup Urban
Menurut Junita, peluang tidak hanya datang dari segmen residensial. Perubahan pola kerja dan gaya hidup urban juga menciptakan kebutuhan ruang baru.
Pada sektor hunian, permintaan rumah kelas menengah masih menunjukkan tren positif. Sementara di sektor komersial, perusahaan mengembangkan coworking space untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha dan startup yang membutuhkan fleksibilitas.
Memasuki 2026, permintaan ruang dinilai tetap stabil, khususnya untuk aset di lokasi strategis dengan fungsi yang jelas.
Pos Bloc hingga Co-Living “Homy Nomad”
Strategi optimalisasi aset dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari penyewaan ruang, pengembangan creative hub berbasis heritage seperti Pos Bloc, hingga penguatan lini hospitality.
Tak hanya itu, perusahaan juga merespons kebutuhan generasi muda urban dengan mengembangkan konsep co-living. Tahun ini, Pos Properti menargetkan pengembangan proyek co-living terbaru bertajuk Homy Nomad di kawasan strategis Jakarta seperti Fatmawati dan Haji Nawi, yang terintegrasi dengan transportasi publik dan pusat aktivitas kota.
Strategi Tiga Pilar Jaga Kinerja
Untuk menjaga stabilitas bisnis, perusahaan menerapkan strategi tiga pilar:
- Optimalisasi aset eksisting
- Efisiensi operasional
- Pengembangan bisnis baru secara selektif
Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan kesehatan keuangan, sekaligus memastikan bisnis tetap relevan terhadap perubahan pasar.
Di sisi lain, keberagaman karakter aset menjadi tantangan tersendiri. Sebagian properti masih digunakan untuk operasional Pos Indonesia sehingga membutuhkan penyesuaian sebelum dapat dikomersialkan. Untuk mempercepat proses tersebut, perusahaan menggandeng berbagai mitra strategis.
Menutup pernyataannya, Junita menegaskan komitmen Pos Properti Indonesia untuk menjadi mitra solusi kebutuhan properti bagi investor dan pelaku usaha melalui model kolaborasi yang fleksibel dan adaptif.
Dengan portofolio aset yang luas serta strategi yang terukur, Pos Properti optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri. (Eff)
