Hadapi Geopolitik Global, Menpar Siapkan 5 Strategi Jaga Pertumbuhan Pariwisata

VakansiInfo, Jakarta – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyiapkan lima strategi utama untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi mobilitas wisatawan internasional.

Hal ini disampaikan dalam Webinar Nasional “Tourism Under Fire” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni NHI Bandung pada Senin (16/3/2026).

Menurut Menpar, kondisi geopolitik global mulai berdampak pada industri penerbangan, termasuk perubahan rute dan kenaikan biaya perjalanan akibat lonjakan harga bahan bakar. Kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi hub penting bagi wisatawan dari Eropa dan Amerika juga turut terdampak.

“Potensi dampak langsung terhadap kunjungan wisatawan mancanegara bisa mencapai 4.700 hingga 5.500 orang per hari, dengan potensi kehilangan devisa hingga Rp184,8 miliar per hari,” jelasnya.

Kinerja Pariwisata Tetap Positif

Meski menghadapi tantangan, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat. Sepanjang 2025, tercatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan devisa mencapai 18,27 miliar dolar AS.

Pasar Eropa, Timur Tengah, dan Amerika memang hanya menyumbang sekitar 21,7 persen kunjungan, namun kontribusi devisanya mencapai 34,7 persen karena karakter wisatawan dengan pengeluaran tinggi.

Baca Juga  Short Getaway Tetap Jadi Pilihan Utama di Tengah Gaya Liburan yang Kian Fleksibel

Lima Strategi Utama Pariwisata

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Kementerian Pariwisata menyiapkan lima strategi:

1. Diversifikasi Pasar Wisatawan
Fokus pada pasar jarak dekat dan menengah seperti Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan India yang memiliki konektivitas lebih stabil.

2. Optimalisasi Penerbangan Langsung
Mengoptimalkan rute seperti Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar melalui Garuda Indonesia untuk menjaga pasar Eropa.

3. Penguatan Promosi Digital
Menggunakan pendekatan berbasis data untuk menjangkau wisatawan secara lebih tepat sasaran.

4. Penguatan Wisatawan Nusantara
Mendorong perjalanan domestik, terutama menjelang momen Lebaran.

5. Pengembangan Event di Wilayah Perbatasan
Menggairahkan ekonomi pariwisata daerah dengan event yang menarik wisatawan negara tetangga, seperti Singapura di Kepulauan Riau.

Kolaborasi Lintas Sektor

Menpar juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai kementerian untuk memperkuat daya saing pariwisata, termasuk kebijakan penambahan kursi penerbangan, harga tiket yang lebih terjangkau, hingga opsi bebas visa.

Dukungan dan Strategi Tambahan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa sektor pariwisata menyumbang Rp945,7 triliun terhadap PDB nasional atau 3,97 persen pada 2025, serta menyerap 25,91 juta tenaga kerja.

Baca Juga  Pariwisata Bali Masih Kuat, Kemenpar Pastikan Tingkat Hunian Hotel Stabil

Namun, tantangan geopolitik tetap menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi dengan strategi cepat dan adaptif.

“Indonesia perlu memperkuat fondasi pariwisata yang tangguh dan kompetitif, termasuk melalui penguatan pasar domestik, micro tourism, serta pengembangan destinasi untuk digital nomad,” ujar Airlangga.

Optimisme di Tengah Tantangan

Di tengah tantangan global, peluang tetap terbuka. Sejumlah maskapai seperti China Airlines, Spring Airlines, dan China Southern berencana menambah frekuensi dan membuka rute baru ke Indonesia mulai Mei 2026.

Dengan strategi yang adaptif dan kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis sektor pariwisata Indonesia akan terus tumbuh berkelanjutan dan semakin kompetitif di tingkat global. (Fai)

About The Author

Author

vakansiinfooffcial@gmail.com

Related Posts