
Dari Mimpi ke Kampus Global: Rahasia President University Tembus Standar Internasional
VakansiInfo ā Di tengah kawasan industri yang sibuk di Cikarang, sebuah mimpi lama kembali diceritakanābukan sebagai nostalgia, tapi sebagai bukti bahwa ide besar bisa bertahan melawan waktu.
Peluncuran buku Kampus Meretas Batas di President University pada April 2026 menjadi lebih dari sekadar acara akademik. Ia seperti membuka kembali lembaran perjalanan panjang sebuah kampus yang sejak awal memilih jalan berbeda.
Dari Keresahan Jadi Gerakan
Semua bermula dari kegelisahan Setyono Djuandi Darmono di tahun 1994.
Di kawasan industri Jababeka, ia melihat langsung bagaimana perusahaan multinasional kesulitan menemukan tenaga kerja yang siap pakai. Pendidikan tinggi saat itu, menurutnya, belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri.
Dari situ muncul gagasan yang saat itu terdengar ātidak biasaā: membangun universitas dengan standar internasionalālangsung dari jantung kawasan industri.
Kampus dengan DNA Industri
Alih-alih mengikuti pola konvensional, President University justru menggabungkan pendekatan akademik dengan praktik nyata sejak awal.
Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dikenalkan pada konsep economic survival melalui program magang sejak tahun pertama. Sebuah pendekatan yang kini terasa relevan, tapi dulu dianggap terlalu berani.
Namun perjalanan itu tidak mulus.
Krisis moneter 1998 sempat mengguncang semuanya. Investasi asing berhenti, rencana besar nyaris terhenti. Tapi di tengah ketidakpastian, muncul satu keyakinan sederhana: jika industri belum siap, maka pendidikan harus lebih dulu bergerak.
Buku yang Menjadi āKompasā
Buku ini ditulis oleh Satrijo Tanudjojo, yang melihat perjalanan President University bukan sekadar sejarah, tetapi sebagai refleksi arah masa depan pendidikan.
Baginya, memahami perjalanan sebuah institusi berarti memahami nilai dan keputusan yang membentuknya.
Ia juga menyoroti satu hal yang sering luput: sistem pendidikan yang terlalu lama dan kurang adaptif terhadap dunia kerja. Dari sinilah muncul gagasan keberanian untuk berbedaāsebuah benang merah dalam buku ini.
Kampus Lokal dengan Wajah Global
Menurut M. Syafi’i Anwar, kekuatan utama President University terletak pada kemampuannya menjadi universitas internasional tanpa kehilangan akar lokal.
Hari ini, kampus tersebut menjadi salah satu universitas swasta dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Indonesia, berasal dari lebih dari 50 negara.
Bahasa Inggris digunakan sebagai pengantar utama, kurikulum dirancang global, dan lingkungan akademik dibangun lintas budaya.
Lebih dari Sekadar Kampus
Pada akhirnya, Kampus Meretas Batas bukan hanya buku tentang perjalanan sebuah universitas.
Ia adalah cerita tentang keberanian mengambil jalan yang berbeda, tentang pendidikan yang mencoba mengejar realitas dunia, dan tentang mimpi yang tidak berhenti di batas geografis.
Karena seperti yang diyakini Darmono sejak awal:
masa depan tidak datang dengan sendirinyaāia harus dibangun, bahkan jika itu berarti meretas batas yang ada. (Eff)



