Bahasa Bisa Jadi Tanda Depresi? Kuliah Umum FIB UI Ungkap Fakta Mengejutkan Ini
1 min read

Bahasa Bisa Jadi Tanda Depresi? Kuliah Umum FIB UI Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

👁️ 8 views

VakansiInfo, Jakarta – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia bersama Ikatan Alumni FIB UI menggelar Seri Kuliah Umum Alumni (KUALI #2) dengan tema “Membangun Kesadaran Kesehatan Mental Mahasiswa dalam Perspektif Humaniora di Era Modern.”

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Toety Herati Noerhadi, Kampus UI Depok ini dihadiri mahasiswa, dosen, alumni, serta sivitas akademika.

Hadir sebagai pembicara utama, Ray Wagiu Basrowi menegaskan bahwa kesehatan mental mahasiswa merupakan isu strategis yang tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan individu semata, melainkan menyangkut kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda.

Dalam pemaparannya, Ray memperkenalkan perspektif menarik bahwa bahasa sehari-hari dapat menjadi indikator kondisi psikologis seseorang.

“Bahasa adalah biomarker psikologis. Ungkapan seperti ‘capek’, ‘terserah’, atau ‘nggak tahu mau ngapain lagi’ bisa menjadi sinyal distress mental jika muncul dalam konteks tertentu,” jelasnya.

Ia menambahkan, tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, hingga pengaruh media sosial menjadi faktor utama yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa saat ini. Banyak mahasiswa terlihat “baik-baik saja”, padahal sebenarnya sedang berjuang secara emosional.

Sementara itu, Dekan FIB UI Untung Yuwono menekankan pentingnya pendekatan humaniora dalam memahami persoalan kesehatan mental.

Menurutnya, humaniora berperan dalam membaca manusia secara utuh, mulai dari bahasa, emosi, budaya, hingga relasi sosial.

“Kampus tidak cukup hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga individu yang resilien, berempati, dan sehat secara psikologis,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua ILUNI FIB UI Visna Vulovik menegaskan bahwa alumni memiliki peran penting dalam mendukung mahasiswa.

“Alumni harus menjadi jembatan inspirasi dan dukungan nyata, bukan sekadar bernostalgia,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FIB UI dan ILUNI FIB UI berharap dapat membangun ekosistem kampus yang lebih peduli terhadap kesehatan mental, meningkatkan literasi psikologis, serta mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mencari bantuan profesional. (Eff)

About The Author