Teori VECI Muncul! Cara Baru Ukur Daya Saing BUM Desa di Tengah Persaingan Global
2 mins read

Teori VECI Muncul! Cara Baru Ukur Daya Saing BUM Desa di Tengah Persaingan Global

👁️ 11 views

VakansiInfo, Depok – Upaya mendorong kemandirian ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal daya saing.

Hal ini diungkapkan oleh Jimmy Gani dalam sidang terbuka disertasinya di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (5/5/2026).

Indonesia memiliki potensi desa yang besar. Data dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mencatat terdapat lebih dari 75 ribu desa, dengan sekitar 72.807 BUM Desa per Maret 2026. Namun, tidak semua BUM Desa mampu berkembang secara optimal.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 45 ribu yang telah berbadan hukum. Bahkan, dari hasil pemeringkatan sebelumnya, hanya sebagian kecil yang masuk kategori berkembang dan maju, sementara mayoritas masih berada di tahap perintis dan pemula.

Lahirnya Teori VECI

Dalam penelitiannya, Jimmy Gani mengungkap bahwa salah satu penyebab utama rendahnya daya saing BUM Desa adalah lemahnya model bisnis.

Untuk menjawab persoalan tersebut, ia memperkenalkan konsep Village Enterprises Competitiveness Index (VECI), sebuah metode untuk mengukur sekaligus mengevaluasi daya saing BUM Desa secara lebih komprehensif.

Baca Juga  Bukan Janji, AI Terbukti Dorong Efisiensi Bisnis hingga 90 Persen

Hasil penelitian terhadap 164 BUM Desa menunjukkan bahwa:

  • Lebih dari 40% berada di kategori daya saing cukup
  • 33% masuk kategori kurang
  • 12,8% tidak memiliki daya saing
  • Hanya sekitar 14% yang tergolong baik hingga sangat baik

“Indeks yang ada saat ini belum sepenuhnya menggambarkan daya saing BUM Desa secara utuh,” ujar Jimmy.

Faktor dan Tantangan Daya Saing

Jimmy menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi daya saing BUM Desa, antara lain:

  • Ancaman produk pengganti
  • Kelayakan produk
  • Kompetisi global
  • Peluang pasar

Menurutnya, era konektivitas digital justru membuka peluang besar bagi desa untuk berkembang melalui kolaborasi lintas wilayah.

Strategi Transformasi 4 Tahap

Melalui teori VECI, Jimmy merumuskan empat langkah strategis untuk meningkatkan daya saing BUM Desa:

  1. Reframe – Mengubah cara pandang dan strategi bisnis
  2. Restructure – Menata ulang sumber daya dan menciptakan pendapatan baru
  3. Revitalize – Menghidupkan kembali produk dan layanan
  4. Renew – Membangun kapabilitas baru untuk masa depan

Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan BUM Desa lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif.

Baca Juga  BPDP Dorong UMKM Desa Wisata Pentingsari Sleman Naik Kelas Lewat Produk Sawit

Implementasi Lewat Program Kolaboratif

Teori VECI tidak berhenti pada tataran akademis. Konsep ini akan diimplementasikan melalui Collaborative Leadership Program yang diinisiasi oleh Bakrie Center Foundation.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas BUM Desa melalui pengembangan kepemimpinan, analisis berbasis data, serta pendampingan langsung di lapangan.

Menariknya, program ini juga melibatkan fresh graduate dan pemuda lokal sebagai fasilitator untuk membantu mengidentifikasi potensi dan tantangan di desa.

Jimmy berharap program ini dapat menghasilkan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam mendorong transformasi BUM Desa. (Mur)

About The Author