
Teori VECI Muncul! Cara Baru Ukur Daya Saing BUM Desa di Tengah Persaingan Global
VakansiInfo, Depok – Upaya mendorong kemandirian ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal daya saing.
Hal ini diungkapkan oleh Jimmy Gani dalam sidang terbuka disertasinya di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (5/5/2026).
Indonesia memiliki potensi desa yang besar. Data dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mencatat terdapat lebih dari 75 ribu desa, dengan sekitar 72.807 BUM Desa per Maret 2026. Namun, tidak semua BUM Desa mampu berkembang secara optimal.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 45 ribu yang telah berbadan hukum. Bahkan, dari hasil pemeringkatan sebelumnya, hanya sebagian kecil yang masuk kategori berkembang dan maju, sementara mayoritas masih berada di tahap perintis dan pemula.
Lahirnya Teori VECI
Dalam penelitiannya, Jimmy Gani mengungkap bahwa salah satu penyebab utama rendahnya daya saing BUM Desa adalah lemahnya model bisnis.
Untuk menjawab persoalan tersebut, ia memperkenalkan konsep Village Enterprises Competitiveness Index (VECI), sebuah metode untuk mengukur sekaligus mengevaluasi daya saing BUM Desa secara lebih komprehensif.
Hasil penelitian terhadap 164 BUM Desa menunjukkan bahwa:
- Lebih dari 40% berada di kategori daya saing cukup
- 33% masuk kategori kurang
- 12,8% tidak memiliki daya saing
- Hanya sekitar 14% yang tergolong baik hingga sangat baik
“Indeks yang ada saat ini belum sepenuhnya menggambarkan daya saing BUM Desa secara utuh,” ujar Jimmy.
Faktor dan Tantangan Daya Saing
Jimmy menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi daya saing BUM Desa, antara lain:
- Ancaman produk pengganti
- Kelayakan produk
- Kompetisi global
- Peluang pasar
Menurutnya, era konektivitas digital justru membuka peluang besar bagi desa untuk berkembang melalui kolaborasi lintas wilayah.
Strategi Transformasi 4 Tahap
Melalui teori VECI, Jimmy merumuskan empat langkah strategis untuk meningkatkan daya saing BUM Desa:
- Reframe – Mengubah cara pandang dan strategi bisnis
- Restructure – Menata ulang sumber daya dan menciptakan pendapatan baru
- Revitalize – Menghidupkan kembali produk dan layanan
- Renew – Membangun kapabilitas baru untuk masa depan
Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan BUM Desa lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif.
Implementasi Lewat Program Kolaboratif
Teori VECI tidak berhenti pada tataran akademis. Konsep ini akan diimplementasikan melalui Collaborative Leadership Program yang diinisiasi oleh Bakrie Center Foundation.
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas BUM Desa melalui pengembangan kepemimpinan, analisis berbasis data, serta pendampingan langsung di lapangan.
Menariknya, program ini juga melibatkan fresh graduate dan pemuda lokal sebagai fasilitator untuk membantu mengidentifikasi potensi dan tantangan di desa.
Jimmy berharap program ini dapat menghasilkan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam mendorong transformasi BUM Desa. (Mur)



