
Pendidikan Tak Cukup Akademik, Sawala Dasa Wacana #12 Tekankan Adab dan Karakter
VakansiInfo, Bogor – Sawala Dasa Wacana #12 digelar di Daya Putra Bangsa, Kampung Pasir Angin, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Minggu (10/5/2026). Forum budaya tersebut menjadi ruang dialog lintas kalangan untuk membahas persoalan pendidikan, budaya, hingga krisis moral masyarakat Indonesia saat ini.
Acara terselenggara atas kolaborasi Editor Indonesia dengan komunitas Daya Putra Bangsa yang didukung Eiger Adventure dan d’BestO.
Dalam diskusi tersebut, narasumber Cokro menyoroti pentingnya komitmen dalam dunia pendidikan dibandingkan perubahan kurikulum yang terus dilakukan. Ia menilai fondasi pendidikan sejatinya terletak pada nilai dasar, kepercayaan, serta pembentukan karakter peserta didik.

“Kurikulum tidak perlu terus diubah. Yang paling penting adalah komitmen dan kepercayaan. Hal mendasar tanpa bergantung pada kurikulum justru menjadi hal utama,” ujarnya saat membahas konsep pendidikan ala Ki Hajar Dewantara.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki posisi sentral dalam membangun negara. Menurutnya, kekuatan bangsa lahir dari kualitas masyarakat itu sendiri.
“Masyarakat adalah ibu kota negara. Masyarakatlah yang menjadikan negara,” katanya.
Diskusi kemudian berkembang pada pentingnya keseimbangan antara moral dan intelektual sebagai modal utama kehidupan sosial. Pendidikan dinilai tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus memperkuat adab, etika, dan karakter generasi muda.
Peserta forum turut menyoroti tingginya ketergantungan siswa terhadap bimbingan belajar atau bimbel sebagai indikator belum optimalnya sistem pendidikan nasional. Di sisi lain, pendidikan berbasis pesantren dinilai masih mampu menjaga nilai moral, kedisiplinan, dan adab dalam proses pembelajaran.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Marbawi dari Yayasan Nusa Damai, Fahmi KS dari SMA Sirojul Huda, serta Adi Purna selaku anggota Dewan Pendidikan Kota Bogor. Komunitas KPJ dan BWB juga turut meramaikan jalannya diskusi budaya itu.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan melibatkan pegiat pendidikan, komunitas budaya, hingga masyarakat umum. Melalui forum tersebut, penyelenggara berharap muncul kesadaran bersama untuk memperkuat pendidikan berbasis karakter dan budaya di tengah perkembangan zaman. (Mur)



