Perayaan Hari Tari Sedunia Berlanjut Lewat Tari Obah Gerabah dari Borobudur
3 mins read

Perayaan Hari Tari Sedunia Berlanjut Lewat Tari Obah Gerabah dari Borobudur

👁️ 0 views

VakansiInfo, Jakarta – Perayaan Hari Tari Sedunia 2026 bersama Bakti Budaya Djarum Foundation terus berlanjut melalui rangkaian pertunjukan seni di Galeri Indonesia Kaya sepanjang bulan Mei. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah pertunjukan “Tari Obah Gerabah” dari Sanggar Seni Lemah Urip yang menghadirkan kisah kehidupan para pengrajin gerabah lewat perpaduan tari, musik, dan eksplorasi budaya lokal.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa perayaan Hari Tari Sedunia bukan sekadar momentum tahunan, melainkan ruang apresiasi berkelanjutan bagi komunitas seni dan budaya di Indonesia.

“Perayaan Hari Tari Sedunia tidak berhenti pada satu momentum saja. Melalui rangkaian pertunjukan sepanjang Mei di Galeri Indonesia Kaya, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi ragam tari dan komunitas seni yang terus menjaga tradisi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Gerabah Bukan Sekadar Kerajinan, Tapi Warisan Kehidupan

Lewat Tari Obah Gerabah, penonton diajak menyelami kehidupan sederhana para pengrajin gerabah yang hidup berdampingan dengan alam serta menjunjung tinggi semangat gotong royong dan tradisi turun-temurun.

Baca Juga  Di Hadiri Bikkhu Mancanegara, Ini Rangkaian Waisak 2567 BE Di Borobudur

Dalam pertunjukan ini, gerabah bukan hanya menjadi properti artistik di atas panggung, tetapi juga simbol ketekunan, kerja kolektif, dan sumber penghidupan masyarakat sekitar Borobudur.

Karya tari berdurasi sekitar 60 menit ini dikoreografikan oleh Derra Kartika dengan melibatkan 13 penampil yang terdiri dari penari anak, penari dewasa, serta pemusik.

Menariknya, pertunjukan juga memanfaatkan bunyi-bunyian dari gerabah sebagai instrumen musik utama yang menciptakan pengalaman artistik unik bagi penonton.

“Melalui Tari Obah Gerabah, kami ingin menunjukkan bahwa gerabah bukan sekadar benda kerajinan, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang menjadi sumber penghidupan keluarga secara turun-temurun,” ujar Derra.

Ruang Belajar Seni dan Pelestarian Budaya

Sanggar Seni Lemah Urip sendiri dikenal sebagai komunitas seni berbasis pendidikan non-formal di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur. Sanggar ini menghadirkan berbagai kelas gratis seperti Sekolah Gerabah, Kelas Tari Gerabah, hingga Kelas Musik Gamelan.

Pendiri Sanggar Seni Lemah Urip, Muhammad Jafar atau akrab disapa Jepe, mengatakan bahwa seni menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

Baca Juga  Geliat Musik Campursari Hadir di Tengah Perkembangan Zaman

“Gerabah, tari, dan gamelan bukan hanya kesenian bagi kami, tetapi bagian dari identitas dan keseharian warga yang perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Komitmen tersebut juga terlihat dari keterlibatan Sanggar Seni Lemah Urip dalam berbagai program budaya, termasuk UNESCO Borobudur Youth Engage hingga Festival Gerabah yang rutin digelar sejak 2019.

Tari Obah Gerabah menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan Hari Tari Sedunia di Galeri Indonesia Kaya setelah sebelumnya menghadirkan karya “Penari Petani” oleh EkosDance Company, “Lintas Generasi Tari Topeng Losari” oleh Sanggar Purwa Kencana Nani Topeng Lestari, serta “Galodo” oleh Jagatari.

Rangkaian perayaan akan ditutup melalui pertunjukan “Tamasya di Medan Terliar” oleh DRKR Kolektif pada 30 Mei 2026 mendatang. (Nda)

About The Author