Ini Alasan Film ‘Nobody Loves Kay’ Akan Sangat Relate dengan Perjuangan Gen Z Masa Kini
2 mins read

Ini Alasan Film ‘Nobody Loves Kay’ Akan Sangat Relate dengan Perjuangan Gen Z Masa Kini

👁️ 0 views

VakansiInfo, Jakarta – Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, banyak anak muda merasa harus berhasil sebelum terlambat. Tekanan untuk sukses di usia muda, tuntutan sosial media, hingga rasa takut tertinggal menjadi bagian dari keseharian generasi sekarang.

Lewat film Nobody Loves Kay, semua keresahan itu dirangkum dalam kisah yang emosional, dekat, dan terasa sangat nyata bagi Gen Z.

Film debut sutradara Bernardus Raka ini memang mengambil latar dunia e-sports dan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), tetapi inti ceritanya jauh lebih dalam daripada sekadar pertandingan game.

Tentang Anak Muda yang Berjuang dari Nol

Karakter Kay yang diperankan Bima Azriel menjadi gambaran banyak anak muda hari ini yang berjuang tanpa privilege.

Ia datang dari keluarga sederhana, hidup bersama eyangnya di kampung, dan hanya memiliki satu keyakinan: mimpi besar untuk mengubah hidup lewat game.

Konflik yang dihadapi Kay juga terasa dekat dengan realita Gen Z saat ini, terutama ketika mimpi yang mereka perjuangkan dianggap tidak realistis oleh lingkungan sekitar, bahkan keluarga sendiri.

Baca Juga  Nobody Loves Kay Viral! Bima Azriel Ternyata Bukan Aktor Sembarangan

“Di rumah, dia berhadapan dengan orang tuanya yang tidak percaya dengan apa yang ingin dia kejar,” ungkap Bima Azriel tentang karakter Kay.

Ambisi, Tekanan Mental, dan Rasa Sepi

Film ini juga menunjukkan sisi lain dari ambisi. Bahwa mengejar mimpi kadang membuat seseorang kehilangan hubungan, persahabatan, bahkan dirinya sendiri.

Persahabatan Kay dengan Ido yang diperankan Rey Bong dan Aurelio yang dimainkan Joshia Frederico perlahan retak karena tekanan dan obsesi untuk berhasil.

Di saat yang sama, Nobody Loves Kay juga berbicara tentang rasa lelah, kesepian, dan tekanan mental yang sering tersembunyi di balik media sosial.

Film ini terasa seperti surat untuk semua anak muda yang pernah diremehkan, tertinggal, atau merasa tidak cukup baik, tetapi tetap memilih berjalan maju demi membuktikan diri mereka bisa. (Mur)

About The Author