RS Premier Bintaro Kenalkan Bedah Bariatrik–Metabolik sebagai Solusi Modern Atasi Obesitas
3 mins read

RS Premier Bintaro Kenalkan Bedah Bariatrik–Metabolik sebagai Solusi Modern Atasi Obesitas

👁️ 1 views

VakansiInfo, Jakarta – Obesitas kini bukan lagi sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Di balik angka timbangan yang terus naik, banyak orang diam-diam berjuang melawan diabetes, hipertensi, gangguan tidur, hingga rasa tidak percaya diri yang perlahan memengaruhi kualitas hidup mereka sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, RS Premier Bintaro menggelar kegiatan media gathering bertajuk “Mengenal Bedah Bariatrik–Metabolik untuk Obesitas” di PUJA Bumi Kenduri The Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif Konsultan, Dr. dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B, Subsp.BD(K), M.Kes, serta dihadiri CEO RS Premier Bintaro, dr. Relia Sari, MARS.

Dalam pemaparannya, dr. Errawan menegaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan, bukan sekadar persoalan pola makan berlebih.

“Sekarang obesitas tidak lagi hanya menyerang usia lanjut. Banyak pasien usia muda mulai mengalami diabetes, hipertensi, hingga gangguan metabolik akibat obesitas. Ini yang perlu dipahami bersama,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah organisasi kesehatan dunia seperti American Medical Association dan Canadian Medical Association bahkan telah menetapkan obesitas sebagai penyakit kronis. Namun di Indonesia, masih banyak masyarakat yang menganggap obesitas hanya persoalan gaya hidup atau estetika semata.

Baca Juga  BGSI, Inisiatif Anak Negeri Untuk Cegah dan Deteksi Penyakit Masa Depan

Padahal, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, obstructive sleep apnea (OSA), kolesterol tinggi, gangguan hormonal, nyeri lutut, hingga varises.

Sebagai salah satu solusi medis, bedah bariatrik–metabolik kini berkembang menjadi metode penanganan obesitas yang efektif, khususnya pada pasien obesitas berat yang sulit mencapai penurunan berat badan optimal melalui diet, olahraga, maupun obat-obatan.

“Tujuan operasi bariatrik bukan hanya menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki metabolisme tubuh sehingga penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi ikut membaik,” jelas dr. Errawan.

Beberapa metode operasi bariatrik modern yang saat ini berkembang antara lain Sleeve Gastrectomy (SG), Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB), One Anastomosis Gastric Bypass (OAGB), hingga Biliopancreatic Diversion with Duodenal Switch (BPD-DS).

Salah satu prosedur yang paling banyak dipilih adalah Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG) karena dinilai lebih sederhana, minim komplikasi, serta memiliki masa pemulihan yang relatif lebih singkat.

Melalui prosedur ini, pasien dapat mengalami penurunan berat badan signifikan dalam jangka panjang, sekaligus memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.

Namun dr. Errawan menekankan, keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tindakan operasi semata. Komitmen pasien untuk menjalani pola hidup sehat tetap menjadi faktor utama.

Baca Juga  Waspadai Bahaya Kebiasaan Bermain HP Sebelum Tidur

“Pasien tetap harus disiplin menjaga pola makan, rutin olahraga, mengonsumsi vitamin, dan menjalani kontrol kesehatan secara berkala,” katanya.

Pasien yang dapat menjadi kandidat operasi bariatrik umumnya adalah individu dengan Body Mass Index (BMI) di atas 35, atau BMI di atas 30 yang telah disertai penyakit penyerta berisiko tinggi akibat obesitas.

Meski manfaatnya besar, saat ini prosedur bedah bariatrik masih belum sepenuhnya mendapatkan dukungan pembiayaan dari asuransi maupun BPJS karena masih sering dianggap sebagai tindakan kosmetik.

Padahal sejak 2013, World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa obesitas adalah penyakit yang berkaitan erat dengan berbagai gangguan kesehatan serius.

Melalui kegiatan edukasi ini, RS Premier Bintaro berharap masyarakat semakin memahami bahwa obesitas dapat ditangani secara medis melalui pendekatan multidisiplin dan teknologi bedah modern.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa obesitas bukan sesuatu yang harus dipendam atau disalahkan sendiri. Ada solusi medis yang dapat membantu pasien mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik,” tutup dr. Errawan. (Eff)

About The Author