IHDC Youth Ajak Santri Kenali Pola Makan Sehat Lewat Program Sarapan Bergizi
4 mins read

IHDC Youth Ajak Santri Kenali Pola Makan Sehat Lewat Program Sarapan Bergizi

👁️ 5 views

VakansiInfo, Bogor – Komitmen generasi muda dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui program Sarapan Bergizi yang digelar IHDC Youth bersama siswa-siswi Pesantren Alam Pangrango, Bogor, Sabtu (30/5/2026).

IHDC Youth merupakan organisasi kepemudaan yang lahir dari keyakinan bahwa anak muda dapat menjadi bagian dari solusi dalam pembangunan kesehatan Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2025, organisasi ini aktif mengajak generasi muda dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam berbagai program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Melalui program Sarapan Bergizi, IHDC Youth tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang, tetapi juga mengajak para peserta untuk mempraktikkan langsung pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesantren Alam Pangrango dipilih sebagai lokasi pengembangan program karena dinilai memiliki lingkungan belajar yang mendukung integrasi antara edukasi gizi, pertanian, dan aktivitas keseharian para santri. Dalam kegiatan ini, peserta juga diajak memanfaatkan hasil panen pesantren sebagai bagian dari pembelajaran tentang pangan dan gizi.

Ketua IHDC Youth, Eriq Moeloek, mengatakan bahwa isu gizi memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menentukan kualitas generasi masa depan Indonesia.

“Kami menyambut baik berbagai upaya peningkatan kualitas gizi yang saat ini menjadi perhatian nasional. Sebagai organisasi anak muda, kami ingin ikut mengambil bagian dan memberikan kontribusi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui Sarapan Bergizi, kami berharap dapat mendukung tumbuhnya kebiasaan makan yang lebih sehat sejak usia dini,” ujar Eriq Moeloek.

Baca Juga  FIFGROUP Dukung Kesehatan dan Lingkungan: Bangun UKS di SDN 2 Bojongmenteng dan Tanam 360 Pohon di Lebak, Banten

Program ini mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang dan prinsip Isi Piringku sebagai panduan sederhana dalam menyusun pola makan harian. Para peserta diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam dan seimbang guna mendukung kesehatan, pertumbuhan, serta kemampuan belajar.

Untuk memperkuat materi edukasi, IHDC Youth juga menggandeng ahli gizi Elsa Hilman-Jenie yang terlibat dalam penyusunan konsep program sejak awal. Selain membahas gizi seimbang, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, kebersihan pengolahan makanan, praktik enam langkah cuci tangan, hingga penerapan sistem alur dapur satu arah atau one way kitchen flow guna mencegah kontaminasi silang.

Menurut Elsa Hilman-Jenie, pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh cara makanan tersebut dipilih, diolah, dan disajikan.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan prinsip gizi seimbang dalam praktik sehari-hari. Selain memahami komposisi makanan yang seimbang, para santri juga diperkenalkan pada berbagai kebiasaan yang mendukung keamanan pangan dan kesehatan sehari-hari,” jelas Elsa.

Salah satu keunikan program ini adalah penerapan konsep from farm to table. Para peserta memanfaatkan hasil kebun pesantren seperti singkong, labu siam, kangkung, dan kacang panjang untuk diolah menjadi menu makanan sehat yang mereka siapkan bersama.

Baca Juga  Kemenkes Tegaskan Imunisasi MR Paling Efektif Cegah Campak, Waspadai Wilayah Cakupan Rendah

Pendekatan tersebut sekaligus mengenalkan pentingnya diversifikasi pangan. Para santri diajak memahami bahwa sumber karbohidrat tidak hanya berasal dari nasi, tetapi juga dapat diperoleh dari bahan pangan lokal seperti singkong yang kaya manfaat dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Eriq Moeloek menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membangun kebiasaan sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para peserta, baik di lingkungan pesantren maupun di rumah.

“Kami berharap anak-anak dapat membawa pengalaman yang mereka peroleh selama program ini ke kehidupan sehari-hari. Harapannya, kebiasaan-kebiasaan baik yang dibangun selama kegiatan dapat terus diterapkan, baik di lingkungan pesantren maupun di rumah,” tambahnya.

Program Sarapan Bergizi telah berjalan secara berkelanjutan sejak akhir tahun 2025 di Pesantren Alam Pangrango. Pengalaman dan pembelajaran dari pelaksanaan program ini akan menjadi dasar bagi IHDC Youth untuk mengembangkan model edukasi serupa yang dapat diterapkan di sekolah, pesantren, maupun institusi pendidikan lainnya di berbagai daerah.

Ke depan, IHDC Youth berharap semakin banyak anak muda, komunitas, institusi pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan yang turut berkolaborasi dalam memperkuat edukasi gizi dan membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat Indonesia. (Eff)

About The Author