Java Jazz Festival 2026 Jadi Ruang Berkembang Musisi dan Pelaku Ekraf
2 mins read

Java Jazz Festival 2026 Jadi Ruang Berkembang Musisi dan Pelaku Ekraf

👁️ 14 views

VakansiInfo, Tangerang – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan International Java Jazz Festival 2026 yang dinilainya berhasil menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional.

Saat menghadiri International Java Jazz Festival 2026 di Nice PIK 2, Tangerang, Sabtu (30/5/2026), Teuku Riefky Harsya menyebut Java Jazz sebagai salah satu festival musik yang mampu menghadirkan pertunjukan berkualitas sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi berbagai sektor.

Menurutnya, Java Jazz tidak hanya menjadi panggung bagi musisi nasional dan internasional, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

“Java Jazz menunjukkan bahwa sebuah festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menjadi ruang bagi banyak pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui karya serta produk yang mereka hadirkan,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Dalam kunjungannya, Menteri Ekraf menyaksikan sejumlah penampilan musisi Indonesia sekaligus meninjau berbagai booth kuliner yang ramai dikunjungi pengunjung. Ia menilai ekosistem yang dibangun Java Jazz telah mampu melibatkan berbagai subsektor ekonomi kreatif dalam satu kegiatan yang terintegrasi.

Baca Juga  Grab Indonesia Dukung Festival Musik & UMKM “KOPLING 2025”, Wujudkan Kolaborasi Kreatif dan Transformasi Digital

International Java Jazz Festival yang diselenggarakan oleh Java Festival Production telah menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2005. Selama lebih dari dua dekade, festival ini konsisten menghadirkan musisi dari dalam maupun luar negeri dan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri musik nasional.

Menteri Ekraf juga menyoroti besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan festival musik berskala internasional. Menurutnya, perputaran ekonomi tidak hanya dirasakan oleh industri musik, tetapi juga sektor lain seperti kuliner, transportasi, akomodasi, hingga jasa kreatif.

“Ketika ribuan orang hadir dalam sebuah festival, yang bergerak bukan hanya industri musik. Ada perputaran ekonomi yang dirasakan oleh banyak sektor sekaligus, mulai dari kuliner, transportasi, akomodasi, hingga jasa kreatif,” katanya.

Digelar pada 29–31 Mei 2026 di Nice PIK 2, Tangerang, International Java Jazz Festival 2026 kembali mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tingginya jumlah pengunjung menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri musik sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah berbagai festival internasional.

Baca Juga  Wamen Ekraf Tekankan Peran Perempuan dalam Penggerak Ekonomi Nasional

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi. (Fai)

About The Author