
Kemenkes Ingatkan Bahaya Fase Kritis Dengue, Jangan Terkecoh Saat Demam Mulai Turun
VakansiInfo, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus mengintensifkan berbagai upaya pengendalian dengue sebagai bagian dari target nasional mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Salah satu langkah penting yang ditekankan adalah meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap fase kritis penyakit yang kerap luput dikenali dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, mengatakan bahwa dengue masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena dapat berujung pada kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai gejala serta tahapan perkembangan penyakit menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya kasus dengue berat. Ia mengingatkan bahwa pasien dengue tidak selalu berada dalam kondisi aman ketika demam mulai turun.
Prima menjelaskan, perjalanan penyakit dengue umumnya terbagi dalam tiga fase utama. Fase pertama adalah fase demam tinggi yang biasanya terjadi pada hari pertama hingga ketiga dengan suhu tubuh mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius. Kondisi ini sering disertai sakit kepala berat, nyeri otot, dan rasa tidak nyaman pada tubuh.
Selanjutnya adalah fase kritis yang umumnya muncul setelah hari ketiga. Pada tahap ini suhu tubuh mulai menurun sehingga banyak pasien dianggap telah membaik. Padahal, fase tersebut justru menjadi periode paling berbahaya karena berisiko menimbulkan kebocoran plasma darah, perdarahan, hingga syok yang mengancam jiwa.
Sementara itu, fase penyembuhan terjadi ketika kondisi pasien mulai stabil dan jumlah trombosit kembali meningkat setelah berhasil melewati fase kritis dengan penanganan medis yang tepat.
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala, Kemenkes juga mengajak masyarakat untuk aktif mencegah penyebaran dengue dengan memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti, yang berkembang biak di genangan air bersih di lingkungan rumah maupun sekitar permukiman.
Tempat-tempat yang perlu mendapat perhatian antara lain bak mandi, toren air, wadah penampungan dispenser, vas bunga, barang bekas yang dapat menampung air, hingga cekungan alami seperti lubang bambu dan pelepah daun.
Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, masyarakat diimbau menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah tersebut perlu dilengkapi dengan berbagai upaya perlindungan tambahan guna memutus rantai penularan dengue.
Kemenkes optimistis melalui edukasi yang masif, deteksi dini, penanganan medis yang cepat, serta penerapan gerakan 3M Plus secara konsisten, target Indonesia mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030 dapat diwujudkan. (Mur)



