
Butter Baby Resmi Hadir di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Siap Bawa IP Indonesia Mendunia
VakansiInfo, Jakarta – Sebuah patung berlapis krom setinggi delapan meter dengan berat mencapai tujuh ton kini berdiri megah di area Keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kehadirannya menandai langkah baru bagi Butter Baby, karakter yang lahir di Jakarta dan kini bersiap menembus pasar global.
Pada 22 Juni 2026, Butter Baby resmi membuka lokasi kelimanya di Terminal 3 Soekarno-Hatta. Kehadiran ini bukan sekadar pembukaan gerai baru, melainkan simbol perjalanan sebuah intellectual property (IP) asal Indonesia yang mulai dikenal dunia.
Dari Jakarta Menuju Panggung Global
Butter Baby pertama kali diperkenalkan pada 9 Agustus 2025. Dalam waktu kurang dari satu tahun, karakter ini berhasil menarik perhatian komunitas internasional hingga memperoleh nominasi penghargaan bergengsi seperti Webby Award.
Popularitas Butter Baby juga tumbuh secara organik setelah mendapat perhatian dari sejumlah figur dunia, termasuk Jackson Wang, Bright Vachirawit, Gulf Kanawut, North West, hingga SEVENTEEN.
Kisah Butterlandia dan Misi Menyelamatkan Planet
Di balik karakter menggemaskan tersebut terdapat dunia fiksi bernama Butterlandia, sebuah planet yang sedang menghadapi krisis akibat kekurangan butter.
Dalam alur ceritanya, Butter Baby melakukan pendaratan darurat di Indonesia untuk menjalankan misi mengumpulkan 500 triliun ton butter demi menyelamatkan planet asalnya.
Setiap lokasi yang dibuka menjadi bagian dari perjalanan besar tersebut. Kehadiran di Terminal 3 Soekarno-Hatta dianggap sebagai simbol keberangkatan menuju panggung internasional.
Dibangun oleh Talenta Indonesia
Menurut pendiri Butter Baby, Nick Burch dan Henry Burch, Indonesia bukan sekadar pasar bagi Butter Baby, tetapi rumah tempat karakter ini lahir dan berkembang.
Menariknya, sekitar 99 persen tim yang membangun Butter Baby berasal dari Indonesia, mulai dari kreator, desainer, tim strategi, konten, hingga operasional.
“Butter Baby lahir dari energi Jakarta dan dibangun bersama komunitas Indonesia. Patung yang berdiri di area keberangkatan ini adalah simbol perjalanan yang dibangun bersama,” ungkap para pendiri Butter Baby.
Simbol Keberangkatan ke Dunia
Head of Marketing & Business Development Butter Baby, Karen Tjahja, menegaskan bahwa Butter Baby merupakan karya yang lahir dan berkembang di Indonesia.
Menurutnya, posisi patung yang menghadap ke area keberangkatan memiliki makna simbolis bahwa setiap langkah Butter Baby menuju pasar global akan selalu membawa identitas Indonesia.
Sementara itu, CEO Butter Baby, Shane Lewis, menyebut Indonesia sebagai sumber inspirasi utama yang membentuk karakter dan cerita Butter Baby.
Target Ekspansi ke Bangkok
Setelah membuka lima lokasi di Indonesia, Butter Baby telah menyiapkan langkah berikutnya untuk memasuki pasar internasional.
Bangkok, Thailand, menjadi kota pertama yang masuk dalam rencana ekspansi global pada 2027. Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Butter Baby sebagai IP asal Indonesia yang mampu dikenal luas di berbagai negara.
Dengan hadirnya lokasi baru di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Butter Baby menegaskan bahwa perjalanan menuju pasar global baru saja dimulai. (Fai)



