Keraton Kadariah, Saksi Bisu Berdirinya Kota Pontianak yang Wajib Dikunjungi
2 mins read

Keraton Kadariah, Saksi Bisu Berdirinya Kota Pontianak yang Wajib Dikunjungi

VakansiInfoDi tengah pesatnya perkembangan Kota Pontianak, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi lahirnya kota ini, yakni Keraton Kadariah. Istana resmi Kesultanan Pontianak tersebut hingga kini masih terawat dengan baik dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Kalimantan Barat.

Terletak tidak jauh dari pusat kota, Keraton Kadariah dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit perjalanan. Lokasinya yang berada di kawasan Sungai Kapuas membuat suasana di sekitar keraton terasa khas dan sarat nuansa sejarah.

Keraton Kadariah didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada abad ke-18. Sosok beliau dikenal sebagai pendiri Kota Pontianak sekaligus pemimpin pertama Kesultanan Pontianak. Hingga saat ini, bangunan keraton masih menjadi simbol penting perjalanan sejarah dan budaya masyarakat Melayu di Kalimantan Barat.

Memasuki area keraton, pengunjung akan disambut arsitektur tradisional Melayu yang didominasi warna kuning sebagai simbol kebesaran kerajaan. Ornamen khas dan tata ruang bangunan yang masih dipertahankan membuat wisatawan seolah diajak kembali ke masa kejayaan Kesultanan Pontianak.

Keraton Kadariah, Saksi Bisu Berdirinya Kota Pontianak yang Wajib Dikunjungi

Di dalam keraton, terdapat berbagai koleksi bersejarah yang menarik untuk disaksikan. Mulai dari singgasana sultan, foto-foto keluarga kerajaan, benda pusaka, hingga berbagai peninggalan yang menggambarkan kehidupan Kesultanan Pontianak pada masa lalu.

Selain menikmati koleksi sejarah, wisatawan juga dapat berjalan-jalan di sekitar kawasan keraton yang berada di tepi Sungai Kapuas. Pemandangan sungai terpanjang di Indonesia tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pengalaman wisata semakin berkesan.

Bagi pecinta budaya, waktu tertentu menjadi momen istimewa untuk berkunjung karena terkadang digelar berbagai acara adat dan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat tradisi Melayu yang masih lestari hingga sekarang.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Keraton Kadariah adalah pada pagi hari sekitar pukul 09.00 hingga 11.30 atau sore hari pukul 15.30 hingga 17.30. Selain cuaca yang lebih nyaman, wisatawan juga dapat menikmati suasana keraton dengan lebih leluasa.

Harga tiket masuk ke kawasan keraton relatif terjangkau, berkisar antara Rp7.000 hingga Rp14.000 per orang. Dengan biaya tersebut, pengunjung dapat menikmati wisata edukasi yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Saat berkunjung, wisatawan disarankan mengenakan pakaian yang sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap situs bersejarah ini. Menggunakan jasa pemandu lokal juga menjadi pilihan tepat agar mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai sejarah Kesultanan Pontianak dan berbagai koleksi yang tersimpan di dalam keraton.

Untuk pengalaman wisata yang lebih lengkap, kunjungan ke Keraton Kadariah dapat dikombinasikan dengan destinasi lain di sekitarnya seperti Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman dan wisata Sungai Kapuas. Ketiga destinasi tersebut menjadi paket wisata sejarah dan budaya yang memperlihatkan identitas asli Kota Pontianak.

Keraton Kadariah bukan sekadar bangunan tua, melainkan warisan berharga yang menyimpan cerita panjang tentang lahirnya Pontianak. Bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah, budaya Melayu, dan jejak Kesultanan Pontianak, destinasi ini menjadi tempat yang wajib masuk dalam daftar perjalanan. (Fai)

About The Author