SMN Belajar Batik Autentik di Rumah Batik Komar Bandung, Kenali Inovasi hingga Filosofi Membatik
1 min read

SMN Belajar Batik Autentik di Rumah Batik Komar Bandung, Kenali Inovasi hingga Filosofi Membatik

VakansiInfo, Bandung – Sindikasi Media Network (SMN) melakukan kunjungan ke Workshop Rumah Batik Komar di kawasan Cigadung, Kota Bandung, sebagai bagian dari rangkaian eksplorasi wisata budaya dan ekonomi kreatif.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan disambut langsung oleh pendiri Rumah Batik Komar, Dr. H. Komarudin Kudiya, yang memperkenalkan Rumah Batik Komar sebagai pusat produksi, pendidikan, penelitian, inovasi, dokumentasi, sekaligus pelestarian batik Indonesia.

Komarudin menjelaskan bahwa hingga kini masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara batik autentik dengan kain bermotif batik hasil cetak (printing).

“Orang sering melihat batik hanya dari tampilannya. Padahal batik memiliki proses, ekspresi, dan nilai budaya yang tidak dimiliki kain bermotif batik hasil cetak,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama proses pembuatan masih menggunakan teknik perintangan warna dengan malam panas dan dikerjakan melalui proses membatik, maka nilai budaya batik tetap terjaga meskipun dibantu teknologi.

Peserta juga dikenalkan dengan berbagai inovasi yang dikembangkan Rumah Batik Komar, seperti Batik Pendulum, alat pencantingan modern, hingga berbagai perangkat pendukung yang meningkatkan efisiensi produksi tanpa menghilangkan sentuhan tangan pembatik.

Baca Juga  Indonesia Bawa “JIWA” ke Osaka Expo 2025: Kolaborasi Kearifan Lokal dan Inovasi Digital

Selain melihat proses pembuatan batik tulis dan batik cap, rombongan juga menyaksikan koleksi lebih dari 10.000 desain batik, sekitar 4.000 canting cap tembaga, serta berbagai buku hasil penelitian batik yang telah diterbitkan.

Melalui program Eduwisata Batik, Rumah Batik Komar secara rutin menerima kunjungan pelajar, mahasiswa, akademisi, pelaku UMKM, hingga wisatawan yang ingin mempelajari sejarah, filosofi, teknik, serta pengembangan industri batik Indonesia.

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat publikasi mengenai batik sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan batik autentik melalui inovasi dan edukasi. (Mur)

About The Author