
Indonesia Berkebaya 2026 Satukan Ribuan Perempuan, Oshin Mega Bintang Soroti Pentingnya Identitas Budaya
VakansiInfo, Jakarta – Ribuan perempuan berkebaya memadati The Hall Senayan City, Jakarta, Jumat (24/7), dalam gelaran Indonesia Berkebaya 2026 yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kebaya Nasional sekaligus Hari Anak Nasional.
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menginspirasi Negeri”, acara yang digagas Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama berbagai organisasi perempuan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari parade kebaya, talk show kesehatan, flashmob, area bermain anak, hingga layanan pemeriksaan kesehatan.
Perhelatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh perempuan nasional, di antaranya Ketua Umum KOWANI Nanie Hadi Tjahjanto, Lana T. Kuncoro, Dewi Motik, Melani Leimena Suharli, Miranti Serad, Riana Kesuma, serta perwakilan organisasi perempuan dan berbagai profesi.
Salah satu agenda utama yang menarik perhatian adalah Parade Perwakilan 1.000 Profesi Berkebaya, yang menghadirkan perempuan dari berbagai latar belakang pekerjaan sebagai simbol bahwa kebaya tetap relevan di era modern.
Pengusaha sekaligus praktisi public relations Oshin Mega Bintang menjadi salah satu dari 18 muse yang tampil mewakili profesi di bidang bisnis dan komunikasi. Bersama perwakilan profesi lain seperti desainer, banker, chef, hingga fotografer, Oshin membawa pesan bahwa identitas budaya dapat berjalan beriringan dengan kiprah profesional.
“Ini menunjukkan bahwa dengan berkebaya, kita bisa bersatu dalam ruang yang sama dari berbagai macam profesi di industri,” ujar Oshin.
Menurut Oshin, pengalaman berkarier di dunia bisnis membuatnya melihat kebaya tidak lagi terbatas pada acara seremonial. Busana tradisional tersebut kini semakin sering dikenakan dalam forum profesional, diplomasi budaya, hingga berbagai kesempatan internasional.
“Perempuan bukan hanya berkompetisi, tetapi juga bisa membawa identitas budayanya. Sehingga, kita memiliki keunikan dan juga value. Kita dapat berdaya saing secara profesional di ruang global, tetapi tetap memiliki identitas dan karakter,” katanya.
Selama mengikuti rangkaian Indonesia Berkebaya 2026, Oshin juga menyaksikan tingginya antusiasme perempuan lintas generasi dalam mengenakan kebaya. Kehadiran pelaku usaha, akademisi, profesional, hingga tokoh masyarakat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring sekaligus membangun kolaborasi.
“Indonesia Berkebaya menjadi ruang bertemunya perempuan dari berbagai profesi dan industri. Kami saling menguatkan, saling mendukung, serta membawa identitas bangsa Indonesia dalam langkah yang kami jalani,” tutur Oshin.
Melalui partisipasinya sebagai salah satu muse Parade Perwakilan 1.000 Profesi Berkebaya, Oshin berharap semakin banyak perempuan Indonesia percaya diri mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, budaya dan profesionalisme dapat tumbuh berdampingan sebagai identitas yang membanggakan di tingkat nasional maupun global. (Eff)



