RS Premier Bintaro Hadirkan Teknologi ROSA untuk Operasi Lutut yang Lebih Presisi
4 mins read

RS Premier Bintaro Hadirkan Teknologi ROSA untuk Operasi Lutut yang Lebih Presisi

VakansiInfo, Tangerang – Perkembangan teknologi medis terus menghadirkan pendekatan baru dalam penanganan berbagai kondisi kesehatan. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi robotik yang membantu dokter melakukan prosedur operasi secara lebih terukur dan sesuai dengan kondisi pasien.

Melihat perkembangan tersebut, RS Premier Bintaro memperkenalkan ROSA® (Robotic Surgical Assistant), teknologi robotik yang dirancang untuk membantu dokter dalam prosedur operasi lutut.

Pengenalan teknologi tersebut dilakukan melalui acara “ROSA® Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery” yang berlangsung Kamis, 13 Agustus 2026, di Krakatau Room, Annex 1 Building, RS Premier Bintaro.

Acara menghadirkan dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL, Hip and Knee Surgeon, serta dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K), Consultant Rehabilitation Medicine Physician. Keduanya membahas pemanfaatan teknologi robotik dalam operasi lutut sekaligus pentingnya proses rehabilitasi setelah tindakan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri dr. Relia Sari, MARS, CEO RS Premier Bintaro, dr. Bambang Tutuko, Sp.An-KIC, Ketua Komite Medik RS Premier Bintaro, serta Aloysius Maximilian, Country CEO – Asia OneHealthcare Indonesia.

Kehadiran jajaran manajemen, komite medik, dan pimpinan Asia OneHealthcare Indonesia tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi dan inovasi medis.

ROSA Bantu Dokter Lakukan Operasi Lutut Lebih Terukur

ROSA® merupakan robotic surgical assistant yang digunakan untuk membantu dokter selama prosedur operasi lutut. Teknologi ini memberikan informasi, pengukuran, dan panduan berbasis data yang dapat mendukung dokter dalam melakukan perencanaan serta pelaksanaan tindakan.

“Teknologi robotik bukan untuk menggantikan peran dokter. Justru teknologi ini hadir sebagai assistant yang membantu dokter dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan dengan dukungan data serta perencanaan yang lebih detail,” ujar dr. Andito Wibisono.

Baca Juga  Siloam Hospitals Asri dan Asan Medical Center Berhasil Lakukan Transplantasi Ginjal Robotik Pertama di Indonesia

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perbedaan anatomi pada setiap pasien. Kondisi dan bentuk lutut tidak selalu sama sehingga perencanaan tindakan perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing pasien.

Dengan dukungan informasi dan pengukuran selama prosedur, ROSA® membantu dokter melakukan tindakan berdasarkan perencanaan yang lebih terukur dan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Empat Keunggulan ROSA dalam Operasi Lutut

Sebagai teknologi pendukung tindakan operasi lutut, ROSA® memiliki sejumlah fungsi yang dapat membantu dokter dalam proses operasi.

1. Mendukung penempatan implan secara lebih terukur

ROSA® membantu dokter dalam perencanaan dan penempatan implan sendi buatan berdasarkan pengukuran dan informasi yang diperoleh selama prosedur.

2. Mendukung perencanaan sesuai anatomi pasien

Setiap pasien memiliki bentuk dan karakteristik lutut yang berbeda. Teknologi ini membantu dokter menyesuaikan perencanaan operasi dengan kondisi anatomi pasien.

3. Membantu dokter dalam mencapai keseimbangan sendi

Informasi dan pengukuran yang tersedia selama prosedur dapat membantu dokter mengevaluasi keseimbangan sendi sesuai dengan target tindakan.

4. Mendukung proses pemulihan fungsi lutut

Tindakan yang direncanakan dan dilakukan secara lebih terukur dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan fungsi lutut. Namun, hasil pemulihan tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasien dan proses rehabilitasi.

Dengan fungsi tersebut, ROSA® ditempatkan sebagai alat bantu bagi dokter, bukan pengganti keahlian maupun keputusan medis. Dokter tetap menjadi pihak yang menentukan perencanaan dan tindakan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Baca Juga  Masa Depan Operasi Dimulai di RS MMC, Bedah Robotik Kini Hadir untuk Pasien Indonesia

Pemulihan Jadi Bagian Penting Setelah Operasi

Penanganan masalah lutut tidak berhenti setelah prosedur operasi. Program rehabilitasi menjadi bagian penting dalam membantu pasien mengembalikan fungsi lutut dan beradaptasi kembali dengan aktivitas sehari-hari.

Hal tersebut dibahas dalam sesi talk show bersama dr. Anita Ratnawati.

Menurutnya, kolaborasi antara dokter bedah dan dokter rehabilitasi dapat mendukung penanganan pasien secara lebih menyeluruh, mulai dari persiapan sebelum operasi hingga program pemulihan setelah tindakan.

“Setiap pasien memiliki target aktivitas dan kondisi yang berbeda. Karena itu, rehabilitasi perlu dipersiapkan sejak awal agar program pemulihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien,” jelas dr. Anita.

Pendekatan tersebut menempatkan rehabilitasi sebagai bagian dari rangkaian perawatan pasien, bukan sekadar tahap lanjutan setelah operasi.

Perkuat Layanan Berbasis Teknologi

Pemanfaatan ROSA® menjadi bagian dari upaya RS Premier Bintaro dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi.

Perpaduan antara keahlian dokter, dukungan teknologi robotik, serta program rehabilitasi diharapkan dapat memberikan pendekatan perawatan yang lebih terukur dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

“Bagi kami, teknologi hanyalah salah satu bagian dari perjalanan pelayanan. Yang paling utama tetap pasien—bagaimana teknologi, dokter, dan seluruh tim medis dapat bekerja bersama untuk memberikan pengalaman perawatan yang aman, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien,” ujar perwakilan RS Premier Bintaro.

Melalui penerapan teknologi tersebut, RS Premier Bintaro terus mendorong pengembangan layanan innovative, patient-centered healthcare sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perkembangan teknologi medis. (Eff)

About The Author