
“Studio di Jam 34” Hadir di de Braga by ARTOTEL, Ajak Pengunjung Melihat Sisi Lain dari Waktu
VakansiInfo, Bandung – Pernah merasa tidak punya cukup waktu untuk melakukan hal yang disukai? Pameran “Studio di Jam 34” mencoba menjawab keresahan tersebut melalui karya-karya tujuh seniman yang tetap memilih berkarya di tengah kesibukan.
Berkolaborasi dengan kolektif seni STUD, de Braga by ARTOTEL menghadirkan pameran tersebut di Artotel Artspace de Braga by ARTOTEL hingga 25 Agustus 2026.
Nama “Jam 34” terdengar seperti waktu yang tidak masuk akal. Dalam pameran ini, justru itulah gagasannya.
“34 jam” menjadi simbol tentang waktu tambahan yang sebenarnya tidak ada, tetapi sengaja dicari. Satu jam setelah pekerjaan selesai, malam yang diperpanjang, atau waktu di akhir pekan yang disisihkan untuk kembali menggambar dan melukis.
Dengan kata lain, “Jam 34” adalah waktu versi masing-masing orang untuk melakukan sesuatu yang berarti.
Menariknya, cerita di balik kolektif STUD juga berangkat dari sebuah ruang yang sederhana.
STUD bermula dari kamar kos di Cigadung, Bandung, yang menjadi tempat empat mahasiswa Seni Rupa dan Desain menyelesaikan tugas akhir. Dari ruang kecil tersebut, muncul berbagai percakapan, eksperimen, dan pertemuan yang kemudian berkembang menjadi jaringan kreatif.
Kini, semangat tersebut hadir dalam sebuah pameran yang mempertemukan tujuh seniman dengan latar dan medium berbeda.
Ada Dimas Budiman, Dhiya Prana Widya, Fatur Rahman, Josephine Huang, Meutia Afifah (MEU), Salwa Kamilah, dan Saskia Gita Kinanti.
Pengunjung dapat menemukan karya dalam bentuk lukisan, instalasi, objek, animasi, hingga karya interaktif. Tema yang dibawa juga cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti memori, identitas, tubuh, teknologi, keseharian, dan proses bertumbuh.
General Manager de Braga by ARTOTEL, Tri Wenda Agus Setyabudi, mengatakan pameran ini ingin mengajak pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga memikirkan waktu yang mereka perjuangkan sendiri.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati karya visual, tetapi juga mengajak setiap pengunjung merenungkan bahwa setiap orang memiliki ‘Jam 34’-nya masing-masing,” katanya.
Bagi de Braga by ARTOTEL, ruang seni memang menjadi bagian dari pengalaman yang ingin terus dibangun. Melalui Artotel Artspace, hotel membuka ruang bagi seniman dan komunitas kreatif untuk bertemu dengan publik.
Jadi, jika sedang berada di Bandung dan ingin menikmati pameran seni dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, “Studio di Jam 34” bisa menjadi salah satu agenda yang menarik.
Sebab, terkadang kita sebenarnya bukan kekurangan waktu. Kita hanya perlu menemukan “Jam 34” versi kita sendiri.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Reza +62 877-8761-8231 atau Instagram @debragabyartotel. (Eff)



