Garmin dan PBESI Kolaborasi Tingkatkan Kesiapan Timnas Esports Menuju Asian Games 2026
4 mins read

Garmin dan PBESI Kolaborasi Tingkatkan Kesiapan Timnas Esports Menuju Asian Games 2026

VakansiInfo, Jakarta – Garmin melalui divisi B2B Garmin Health menjalin kemitraan strategis dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) untuk mendukung persiapan Timnas Esports Indonesia menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Kolaborasi tersebut membawa pendekatan sports science berbasis data ke dalam program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Garmin menyediakan 50 unit smartwatch vívoactive 6 sekaligus memberikan akses ke Garmin Clipboard, sebuah dasbor analitik yang dirancang untuk kebutuhan tim olahraga dan organisasi dengan skala enterprise.

Melalui kolaborasi ini, Garmin ingin memberikan apa yang disebut sebagai “Real-Life Buff”, yakni dukungan terhadap kondisi fisik, pemulihan, kualitas tidur, dan pengelolaan stres atlet di luar aktivitas bermain.

Business Development Manager Garmin Health Indonesia, David Hartono, mengatakan kerja sama dengan PBESI tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan perangkat wearable.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penerapan ekosistem Garmin Health yang memungkinkan federasi olahraga memperoleh data secara terpusat dan terukur.

“Melalui Garmin Clipboard, kami memberikan arsitektur analitik terbaik untuk mendukung federasi olahraga profesional di Indonesia dalam mengambil keputusan strategis berbasis data,” ujar David.

Pantau Kondisi Atlet Berbasis Data

Garmin menilai tuntutan esports profesional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mekanik dalam permainan. Beban kognitif, tekanan kompetisi, durasi latihan, kualitas tidur, hingga proses pemulihan turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi performa atlet.

Karena itu, perangkat Garmin digunakan untuk membantu memantau sejumlah indikator fisiologis atlet. Teknologi optical sensor Garmin Elevate™ dan Firstbeat Analytics memungkinkan pemantauan denyut jantung serta metrik Heart Rate Variability (HRV).

Baca Juga  Komputer Selam Garmin Jadi Official Dive Watch di Vertical Blue 2023

Data tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk membantu atlet dan tim pelatih memahami kondisi tubuh selama menjalani program latihan.

Sejumlah fitur pada vívoactive 6, seperti Body Battery, Sleep Score, dan Stress Tracking, juga dapat membantu atlet mengetahui kondisi energi, kualitas tidur, serta tingkat stres sehari-hari.

Body Battery bahkan dapat dianalogikan seperti indikator daya atau “HP Bar” dalam game. Informasi tersebut membantu memberikan gambaran mengenai kesiapan tubuh setelah menjalani aktivitas dan latihan.

Marcom Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna, mengatakan performa atlet esports tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi ketika pertandingan berlangsung.

“Kami memahami bahwa performa atlet esports tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi saat pertandingan, tetapi juga bagaimana mereka mengelola kondisi tubuh di luar permainan,” kata Rian.

Menurutnya, berbagai fitur kesehatan pada vívoactive 6 dapat membantu atlet memahami pola energi, stres, dan pemulihan dalam keseharian.

Selain itu, desain perangkat yang ringan dan tipis serta daya tahan baterai hingga 11 hari memungkinkan smartwatch digunakan secara konsisten sepanjang hari, termasuk saat tidur.

Garmin Clipboard Bantu Pelatih Ambil Keputusan

Dukungan Garmin Health juga diperkuat dengan kehadiran Garmin Clipboard sebagai sistem analitik terpusat.

Selama Training Camp, tim pelatih PBESI dapat mengakses data para atlet secara nirkabel melalui platform tersebut. Dengan demikian, pelatih tidak perlu melakukan pemeriksaan perangkat satu per satu untuk mendapatkan gambaran kondisi anggota tim.

Baca Juga  SEA Games 2025 Thailand, Indonesia Torehkan 91 Emas dan Cetak Rekor Baru Sebagai Tamu

Data yang tersedia dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kesiapan atlet menjalani scrimmage maupun menyesuaikan porsi latihan fisik.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat program latihan lebih terukur karena keputusan tidak hanya didasarkan pada pengamatan selama sesi latihan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fisiologis atlet.

Target Medali Emas Asian Games 2026

Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menyambut positif dukungan Garmin Health tersebut.

Ia menilai persaingan di level internasional membutuhkan persiapan yang lebih menyeluruh. Kemampuan mekanik dalam permainan harus ditunjang kondisi fisik dan mental yang prima.

“Di level kompetisi global seperti Asian Games, kemampuan mekanik in-game saja tidak cukup. Kita berhadapan dengan margin of error sepersekian detik yang sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental atlet,” ujar Richard.

Menurutnya, pemanfaatan data secara terukur dapat membantu tim pelatih menyusun program latihan yang lebih efisien dengan sasaran yang jelas.

Richard menegaskan target Timnas Esports Indonesia adalah meraih medali emas pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Melalui kerja sama dengan PBESI, Garmin berharap teknologi wearable dan sports science dapat semakin mendukung pembinaan atlet esports Indonesia.

Kolaborasi ini sekaligus mendorong pemahaman bahwa prestasi esports tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bermain, tetapi juga kedisiplinan menjaga kebugaran, mengelola stres, serta memastikan kualitas tidur dan pemulihan. (Red)

About The Author