Satu Abad Rahmi Hatta Dirayakan Lewat Seni dan Nikah Massal, 40 Pasangan Ikat Cinta
3 mins read

Satu Abad Rahmi Hatta Dirayakan Lewat Seni dan Nikah Massal, 40 Pasangan Ikat Cinta

VakansiInfo, Jakarta – Genap 100 tahun usia Rahmi Hatta menjadi momentum bagi Yayasan Meutia Hatta Swasono untuk mengenang sekaligus meneruskan nilai-nilai yang diwariskan sosok perempuan yang pernah mendampingi Mohammad Hatta.

Peringatan satu abad tersebut dikemas tidak hanya melalui kegiatan sejarah dan diskusi, tetapi juga fashion, seni pertunjukan hingga aksi sosial.

Puncak rangkaian Satu Abad Rahmi Hatta berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Dua agenda utama hadir dalam kesempatan tersebut, yakni Fashion Performance Art “RUMAH” dan kegiatan nikah massal “Ikatan Cinta” yang diikuti 40 pasangan.

Keduanya memiliki bentuk berbeda. “RUMAH” membawa kisah Rahmi Hatta ke atas panggung melalui teater, fashion, musik, dan tari. Sementara “Ikatan Cinta” menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui prosesi pernikahan massal.

Fashion Performance Art “RUMAH”

Pertunjukan “RUMAH” disutradarai dramawan dan pegiat teater senior Wawan Sofwan.

Pertunjukan tersebut menggunakan konsep rumah sebagai simbol tempat tumbuhnya nilai, kasih sayang, karakter, dan keteladanan. Perjalanan hidup Rahmi Hatta sejak masa muda hingga kehidupannya sebagai pendamping Mohammad Hatta diterjemahkan melalui bahasa seni pertunjukan.

Menariknya, koleksi busana pribadi Rahmi Hatta turut dihadirkan di atas panggung. Busana tersebut diperagakan oleh Top 4 Puteri Indonesia serta Abang None Jakarta Barat.

Baca Juga  Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Permainan Tradisional Bentuk Karakter Anak dan Jaga Warisan Budaya

Koleksi dengan karakter elegan, sederhana, dan sentuhan budaya Indonesia itu menjadi bagian dari cerita perjalanan Rahmi Hatta.

Panggung “RUMAH” juga menampilkan monolog Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina. Sementara penampilan musik melibatkan sejumlah musisi lintas generasi, seperti Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey.

40 Pasangan Ikuti “Ikatan Cinta”

Selain pertunjukan seni, peringatan satu abad Rahmi Hatta juga menghadirkan kegiatan sosial.

Sebanyak 40 pasangan mengikuti nikah massal “Ikatan Cinta”. Prosesi tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i.

Ketua Pelaksana kegiatan, Fajrin Saadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara Yayasan Meutia Hatta meneruskan nilai kepedulian yang diwariskan Rahmi Hatta.

Menurut Fajrin, sebagian masyarakat masih menghadapi kendala sosial dan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan secara resmi. Karena itu, kegiatan nikah massal diharapkan dapat membantu pasangan memperoleh kepastian hukum dalam membangun keluarga.

Selain nikah massal, kegiatan sosial juga diisi dengan donor darah, layanan pembuatan paspor, serta partisipasi pelaku UMKM.

Bagi Yayasan Meutia Hatta Swasono, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuat peringatan satu abad Rahmi Hatta memiliki manfaat yang lebih luas.

Baca Juga  100 Tahun Rahmi Hatta, Yayasan Meutia Hatta Wariskan Nilai Keteladanan Lewat Afternoon Tea Talkshow "Sebuah Legacy"

Dari Sejarah Menjadi Aksi

Rangkaian peringatan sebelumnya telah dimulai pada 1 Juli 2026 melalui Afternoon Tea Talkshow “Satu Abad Rahmi Hatta, Sebuah Legacy” di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Mengangkat tema “Legacy of Rahmi Hatta: Past, Present and Future”, kegiatan tersebut membahas nilai intelektualitas, kesederhanaan, dan keteladanan Rahmi Hatta.

Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta juga diperkenalkan kepada publik melalui fashion presentation.

Dari kegiatan tersebut hingga pertunjukan “RUMAH”, masyarakat diajak melihat sosok Rahmi Hatta tidak hanya sebagai bagian dari sejarah keluarga Hatta, tetapi juga sebagai figur perempuan yang meninggalkan nilai-nilai yang masih relevan.

Puncaknya kemudian hadir melalui “Ikatan Cinta”, ketika nilai kepedulian tersebut diterjemahkan menjadi aksi sosial.

Bagi 40 pasangan yang mengikuti prosesi pernikahan massal, peringatan satu abad tersebut menjadi bagian dari perjalanan kehidupan mereka.

Sementara bagi keluarga Rahmi Hatta, kegiatan tersebut menjadi cara untuk menjaga agar warisan berupa keteladanan dan kepedulian tetap hidup di tengah masyarakat. (Eff)

About The Author