
100 Anak Pariaman Ikuti Showcase Seni Rupa, Jadi Ruang Pemulihan Pascabencana
VakansiInfo, Pariaman – Sebanyak 100 siswa SD dan SMP Kota Pariaman mengikuti kegiatan SHOWCASE “Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak” yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Kegiatan berlangsung pada 4–6 September 2026 di Monumen TNI AL Marinir, Pantai Gandoriah, Kota Pariaman.
Melalui Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Kementerian Ekraf menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari Program Ekraf Peduli. Seni rupa digunakan sebagai ruang aman untuk berekspresi sekaligus membantu proses pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana.
Sebanyak 100 lukisan hasil karya para peserta dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Karya-karya itu menjadi bagian dari proses anak-anak dalam mengenali dan mengekspresikan perasaan melalui medium visual.
Sebelumnya, para peserta telah mengikuti BOOTCAMP pada 20–22 Agustus 2026. Sebanyak 100 pelajar dari 42 sekolah negeri dan swasta di empat kecamatan mengikuti proses tersebut.
Kementerian Ekraf menyebut pendekatan melalui seni dapat membantu anak-anak menyalurkan pengalaman pascabencana dengan cara yang kreatif, sekaligus membangun rasa aman dan kepercayaan diri.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, mengatakan kegiatan ini memperlihatkan peran seni rupa yang tidak hanya berkaitan dengan produk budaya.
“SHOWCASE ini adalah bukti bahwa seni rupa memiliki peran strategis dalam ekonomi kreatif, bukan hanya sebagai produk budaya, tetapi juga sarana pemulihan dan pemberdayaan,” ungkap Yuke.
Rangkaian acara juga diisi dengan Tari Galombang, talkshow bersama psikolog anak Rifdha Wahyuni dan para mentor BOOTCAMP, serta pengumuman 10 karya terinspiratif dari peserta tingkat SD dan SMP.
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi berharap program tersebut dapat terus berlanjut sebagai gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem seni rupa di Sumatera Barat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekraf mendorong pemulihan pascabencana yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kreativitas dan kualitas talenta muda. (Fai)



