AI Kian Dekat dengan UMKM, Exabytes Dorong Pemanfaatan Teknologi yang Lebih Praktis
3 mins read

AI Kian Dekat dengan UMKM, Exabytes Dorong Pemanfaatan Teknologi yang Lebih Praktis

VakansiInfo, Jakarta – Kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Bagi pelaku UMKM, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat konten, melakukan riset pasar, mengembangkan pemasaran digital, hingga menjangkau calon konsumen yang lebih luas.

Kementerian Perdagangan juga mendorong UMKM memanfaatkan AI untuk mendukung pemasaran produk, termasuk riset pasar, pembuatan konten, penyusunan strategi iklan, dan komunikasi dengan calon pembeli internasional. Dorongan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam program “Gapai Pasar Global dengan AI” pada 9 September 2026.

Di tengah perkembangan tersebut, Exabytes Indonesia mendorong UMKM agar tidak hanya hadir secara online, tetapi mulai membangun bisnis yang lebih siap memanfaatkan AI.

“AI semakin dekat dengan UMKM Indonesia, terlihat dari semakin banyaknya penggunaan AI untuk desain, konten, dan pemasaran. Namun, adopsinya masih belum merata,” ujar Indra Hartawan, VP & Country Manager Exabytes Indonesia.

Menurut Indra, tantangan UMKM saat ini bukan hanya soal akses terhadap teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efektif, menekan biaya, dan mendukung pertumbuhan bisnis.

Baca Juga  Partisipasi BPDP di INACRAFT 2025: Langkah Strategis Dukung UMKM Sawit Indonesia

Data BPS mencatat 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Angka ini menjadi salah satu gambaran semakin luasnya masyarakat yang terhubung dengan ekosistem digital.

Tidak Harus Jadi Ahli Teknologi

Menurut Exabytes, menjadi AI-ready tidak berarti pelaku UMKM harus memiliki tim teknologi khusus atau menjadi perusahaan teknologi.

Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan bisnis dan menentukan bagian mana yang dapat dibantu dengan AI.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan ide konten, membantu membuat website, mendukung optimasi mesin pencari, melakukan riset awal, hingga membantu berbagai pekerjaan administratif dan pemasaran.

“Bagi kami, menjadi AI-ready bukan berarti setiap bisnis harus menjadi perusahaan teknologi atau memiliki tim AI sendiri. Yang lebih penting adalah memahami di mana AI benar-benar dapat memberikan dampak bagi bisnis, memiliki fondasi digital yang memadai, dan tetap memastikan manusia memegang kendali atas keputusan yang dibuat,” kata Indra.

AI Tetap Membutuhkan Pengawasan

Kemudahan menggunakan AI juga perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan dan etika. Pemerintah tengah memperkuat tata kelola AI nasional melalui Peta Jalan AI Nasional 2026–2029 dan regulasi etika AI.

Baca Juga  PL(AI)GROUND: Kolaborasi Kemenparekraf dan Impala Network Perkuat Ekosistem AI di Indonesia

Komdigi juga menekankan pentingnya AI yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperhatikan transparansi, akuntabilitas, keamanan, dan pelindungan data pribadi.

Bagi UMKM, hal tersebut berarti pemanfaatan AI bukan sekadar mengikuti tren, tetapi memastikan teknologi digunakan untuk kebutuhan bisnis yang jelas dan tetap berada dalam kendali manusia.

“Digitalisasi UMKM tidak seharusnya menciptakan kesenjangan baru. Ketika teknologi berkembang semakin cepat, kita perlu memastikan bahwa pelaku usaha kecil juga memiliki kesempatan untuk ikut berkembang,” jelas Indra.

Exabytes melihat kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, industri, komunitas, dan pelaku usaha menjadi bagian penting untuk memperluas pemanfaatan AI.

Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat menjadi salah satu alat yang membantu UMKM bekerja lebih efisien, memperluas pemasaran, dan membuka peluang ke pasar yang lebih luas tanpa menghilangkan karakter serta nilai unik masing-masing bisnis. (Mur)

About The Author