The Sounds Project Vol. 9 Sukses Hadirkan 120+ Musisi dan Ribuan Momen Tak Terlupakan
3 mins read

The Sounds Project Vol. 9 Sukses Hadirkan 120+ Musisi dan Ribuan Momen Tak Terlupakan

VakansiInfo, Jakarta – Tiga hari penuh musik, kolaborasi, dan energi penonton mewarnai The Sounds Project Vol. 9 yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta.

Mengusung tema “Beyond Memories”, festival ini menghadirkan lebih dari 120 musisi Indonesia dan internasional di tujuh panggung. Hampir ratusan ribu penonton memadati area festival selama tiga hari.

Sejak sebelum gerbang dibuka, antusiasme sudah terlihat. Penonton datang lebih awal untuk menikmati festival sejak awal hingga rangkaian penampilan terakhir.

Tak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, pengunjung juga datang dari Malaysia dan Singapura.

Dari Musik 2000-an hingga Kolaborasi Spontan

The Sounds Project Vol. 9 menawarkan beragam pengalaman musik. Nama-nama internasional seperti Neck Deep, Nusantara Beat, dan JET hadir sebagai headliner, berdampingan dengan musisi Indonesia dari berbagai genre.

Tulus, Bernadya, Hadad Alwi, Hindia, .Feast, Alkateri, Mahalini, Perunggu, King Nassar, Lomba Sihir, The Adams, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Raisa, Yura Yunita, Naykilla, Tenxi, dan banyak musisi lainnya ikut mengisi tujuh panggung festival.

Penonton juga diajak bernostalgia melalui penampilan The Changcuters, Nidji, dan Vierratale.

Kolaborasi menjadi salah satu warna menarik sepanjang festival. Pee Wee Gaskins tampil bersama Rocket Rockers, J-Rocks membawa Tribute to L’Arc-en-Ciel, sementara Bilal Indrajaya dan G-Pluck mengajak penonton bernyanyi bersama lewat lagu-lagu The Beatles.

Baca Juga  Belum Sempat Rilis Lagu Baru, Fajar Sadboy Alami Insiden Tak Terduga

Ada pula kolaborasi yang hadir secara spontan, seperti Rizky Febian bersama Mahalini dan Adrian Khalif, Teenage Death Star dengan The Panturas, serta Monkey Boots dengan Wancoy dari Grindboys.

Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati juga memberikan pengalaman berbeda melalui Special Set yang mereka hadirkan.

Memberi Ruang bagi Generasi Muda

Di balik panggung, The Sounds Project tetap membawa semangat yang menjadi bagian dari sejarah festival sejak awal berdiri sebagai acara kampus pada 2015.

Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru, mengatakan semangat memberikan ruang bagi generasi muda terus dipertahankan.

“Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda,” ujarnya.

Tahun ini hampir 300 band dan komunitas dari seluruh Indonesia mendaftar melalui TSP Squad Stage Presented by Extra Joss Ultimate.

Program volunteer dan internship selama enam bulan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan festival.

Sementara TSP Academy menggandeng fotografer kampus untuk mendokumentasikan berbagai momen festival melalui kolaborasi dengan Live Avenue.

Melalui Kolom Kampus bersama Pop Hari Ini, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman menjadi jurnalis musik. Sekitar 50 tulisan masuk dengan tema “Cerita di Balik Festival Musik” dan “Musik Lokal dan Kehidupan Kampus”.

Baca Juga  Fadli Zon dan Harvey Malaihollo Bahas Masa Depan Musik Indonesia, Dorong Kolaborasi Lintas Generasi

Tiga penulis terpilih kemudian berkesempatan meliput The Sounds Project Vol. 9 selama tiga hari dan mengikuti sesi wawancara bersama musisi internasional.

Festival yang Memperhatikan Lingkungan

The Sounds Project Vol. 9 juga membawa perhatian terhadap isu lingkungan melalui kolaborasi dengan Matters Project.

Selama tiga hari festival, sampah yang terkumpul dikelola dan dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diolah menjadi bahan bakar dalam proses waste-to-energy (WTE).

Langkah tersebut melengkapi pengalaman festival yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berbagai aktivitas sosial dan lingkungan.

Setelah Vol. 9 berakhir, The Sounds Project kini bersiap memasuki perjalanan berikutnya.

Gerhana Banyubiru mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum mempersiapkan festival tahun depan.

“Kami akan beristirahat sejenak, mengevaluasi festival tahun ini, dan mulai mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk tahun depan. Kayanya sih, line-up lokal maupun internasional lebih banyak untuk tahun depan.”

Dari sebuah acara kampus kecil pada 2015 hingga festival dengan lebih dari 120 musisi dan tujuh panggung, The Sounds Project terus berkembang. Bagi para penonton yang hadir, perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman dan memori yang dibawa pulang setelah tiga hari festival. (Eff)

About The Author