30 Tim Mahasiswa UI Adu Inovasi di Hackathon 2026, Fokus AI dan Otomasi Rantai Pasok
3 mins read

30 Tim Mahasiswa UI Adu Inovasi di Hackathon 2026, Fokus AI dan Otomasi Rantai Pasok

VakansiInfo, Jakarta – Perkembangan teknologi membuat kebutuhan dunia industri terhadap talenta yang mampu memecahkan masalah ikut berubah. Tidak cukup hanya menguasai teori, mahasiswa juga perlu memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Hackathon UI 2026 yang digelar Universitas Indonesia pada 17–18 September 2026 di Ballroom Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta.

Mengangkat tema “Securing the Digital Frontier & Automating the Future Supply Chain”, kegiatan ini mempertemukan 30 tim mahasiswa UI dengan tantangan yang berasal dari dunia industri.

Selama kompetisi, mahasiswa tidak hanya diminta menyampaikan ide. Mereka harus memahami persoalan, menyusun solusi, membuat prototipe atau minimum viable product (MVP), hingga mempresentasikan hasilnya kepada dewan juri.

AI dan Otomasi Jadi Tantangan Baru

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kemahasiswaan dan Alumni UI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., Psikolog, mengatakan tema hackathon dipilih dengan melihat perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi berbagai bidang kehidupan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah AI dan keamanan data.

“Tema ini dipilih karena perkembangan teknologi termasuk munculnya AI (kecerdasan artifisial) yang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Perkembangan teknologi AI tidak dapat dipisahkan dari keamanan data yang sangat penting,” ujar Hamdi di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga  IICCS Summer School 2025: Generasi Muda Siap Jadi Motor Transisi Energi

Selain keamanan digital, peserta juga ditantang melihat perkembangan otomasi dalam rantai pasok.

Menurut Hamdi, dunia usaha perlu mengikuti perkembangan tersebut agar tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin dipengaruhi teknologi.

“Otomasi tidak dapat lagi dicegah dan seluruh ekonomi kita seharusnya berbasis pada perkembangan tersebut,” katanya.

Lima Perusahaan Berikan Tantangan

Hackathon UI 2026 melibatkan lima mitra industri, yakni PT IDSurvey, PT Sucofindo, PT Paragon Technology and Innovation, BNI Ventures, dan PT Aplikanusa Lintasarta.

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., mengatakan keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting dari upaya membuat kompetisi lebih dekat dengan kebutuhan dunia usaha.

“Keterlibatan industri dalam Hackathon UI 2026 kami dorong untuk memastikan kompetisi ini menghasilkan real impact. Dari 30 tim yang mengikuti kompetisi, kami berharap akan muncul solusi yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi oleh mitra industri,” kata Chairul.

Dengan adanya mitra industri, mahasiswa mendapat kesempatan memahami persoalan yang dihadapi perusahaan secara lebih langsung.

Mereka kemudian dapat mengembangkan solusi berdasarkan kebutuhan tersebut, bukan sekadar membuat produk teknologi yang berhenti pada tahap konsep.

Baca Juga  Cara Kerja Lebih Efisien dengan Galaxy AI di Galaxy Z Fold8 Ultra

146 Mahasiswa Ikuti Pengembangan Solusi

Sebanyak 146 mahasiswa UI mengikuti proses pengembangan solusi selama dua hari.

Dari tantangan yang diberikan, peserta mengembangkan ide menjadi prototipe hingga solusi yang siap dipresentasikan.

Proses tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan problem solving, kerja tim, serta memahami dinamika kebutuhan dunia industri.

Menariknya, hubungan dengan industri diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai. UI membuka peluang agar solusi yang dihasilkan dapat terus dikembangkan bersama mitra.

Ada Golden Ticket UI INCUBATE

Hackathon UI 2026 juga memberikan apresiasi kepada tim terbaik melalui hadiah dengan nilai total ratusan juta rupiah.

Peserta juga memiliki kesempatan mendapatkan Golden Ticket untuk mengikuti program UI INCUBATE.

Program tersebut dapat menjadi tahap lanjutan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan solusi mereka lebih jauh.

Melalui hackathon ini, UI tidak hanya menghadirkan kompetisi teknologi bagi mahasiswa. Ajang tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara gagasan dari kampus dengan persoalan nyata yang dihadapi dunia industri.

Harapannya, inovasi yang lahir dari kompetisi tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi solusi yang dapat digunakan. (Eff)

About The Author