IFFINA+, IHF Indonesia, dan interzum Jakarta Resmi Dibuka, Hadirkan Rantai Nilai Industri Furnitur
4 mins read

IFFINA+, IHF Indonesia, dan interzum Jakarta Resmi Dibuka, Hadirkan Rantai Nilai Industri Furnitur

VakansiInfo, Jakarta – Rangkaian pameran industri furnitur dan pendukungnya resmi dibuka di NICE, PIK 2, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Tiga pameran, yakni IFFINA+ powered by imm cologne, interzum jakarta, dan International Hardware Fair Indonesia (IHF Indonesia), hadir bersamaan dengan IFMAC WOODMAC untuk mempertemukan pelaku industri dari hulu hingga hilir.

Secara keseluruhan, lebih dari 500 exhibitor dari empat pameran tersebut berpartisipasi dalam rangkaian Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect (IMMFC).

IFFINA+ powered by imm cologne, interzum jakarta, dan IHF Indonesia berlangsung pada 24–27 September 2026 di NICE, PIK 2, sementara IFMAC WOODMAC digelar pada 23–26 September 2026 di JIExpo Kemayoran.

Pameran ini diselenggarakan oleh Nine Koeln Indonesia, dengan ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) sebagai mitra industri dan co-organiser IFFINA+ powered by imm cologne.

Seremoni pembukaan dihadiri perwakilan pemerintah, industri, dan sektor pameran, antara lain Managing Director dan Regional President Asia-Pacific Koelnmesse Mathias Kuepper serta Ketua ASMINDO Dedy Rochimat.

Satukan Rantai Pasok Furnitur

Penyelenggaraan tiga pameran dalam satu lokasi dirancang untuk mempertemukan berbagai bagian dari rantai nilai industri furnitur.

interzum jakarta menghadirkan material dan komponen melalui tiga segmen, yaitu Material & Nature, Function & Components, serta Textile & Upholstery.

Sementara itu, IHF Indonesia melengkapi kebutuhan industri melalui produk hardware dan peralatan, mulai dari tools dan fasteners hingga home improvement, alat pelindung diri, serta jaringan pemasok internasional.

Adapun IFFINA+ powered by imm cologne menghadirkan produk furnitur jadi dan interior.

Baca Juga  Amara Group & Koelnmesse Satukan Pameran Furnitur Indonesia 2026 dari Hulu ke Hilir

Konsep tersebut memungkinkan pengunjung industri melihat berbagai tahapan bisnis dalam satu rangkaian kunjungan. Pelaku usaha dapat mencari material, membandingkan solusi, menemukan pemasok, hingga melihat produk furnitur jadi.

Pameran ini menyasar produsen furnitur, arsitek dan desainer interior, distributor, importir dan eksportir, peritel hardware, produsen peralatan, pemasok konstruksi dan bangunan, hingga pelaku bisnis hospitality dan properti.

Diikuti Peserta Internasional

Edisi 2026 juga menghadirkan peserta internasional dari sejumlah negara dan wilayah, termasuk Tiongkok, Hong Kong, Singapura, India, Turki, dan Taiwan.

Selama empat hari penyelenggaraan, ketiga pameran di NICE menargetkan sekitar 15.000 pengunjung. Target tersebut didukung Hosted Buyer Programme yang mempertemukan buyer dengan exhibitor.

Managing Director dan Regional President Asia-Pacific Koelnmesse, Mathias Kuepper, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri furnitur yang lebih terintegrasi.

“Melalui joint venture baru kami, Nine Koeln Indonesia, kami membangun platform yang lebih terintegrasi dan menghubungkan rantai nilai furnitur, mulai dari material hingga produk jadi.”

Ketua ASMINDO Dedy Rochimat mengatakan kolaborasi antarpameran dapat menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pelaku industri furnitur.

Menurutnya, daya saing industri membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari bahan baku, teknologi, desain, logistik hingga akses pasar.

IFFINA+ Perluas Segmen Hospitality

IFFINA+ powered by imm cologne tahun ini memasuki babak baru dengan jadwal dan lokasi penyelenggaraan yang berbeda.

Selain furnitur residensial dan interior design, pameran memberikan porsi lebih besar terhadap furnitur hospitality sebagai salah satu segmen pertumbuhan.

Baca Juga  Tiga Pameran Internasional interzum jakarta, IHF Indonesia, dan IFMAC & WOODMAC 2025 Resmi Dibuka

Langkah tersebut sejalan dengan ambisi IFFINA+ untuk berkembang menjadi hub regional bagi industri furnitur, desain, dan kerajinan.

Hadirkan Program Networking dan Edukasi

Selain area pameran, rangkaian kegiatan juga dilengkapi berbagai program networking dan edukasi.

Hosted Buyer Programme dilanjutkan dengan Business Matching yang mempertemukan buyer internasional dan regional dengan exhibitor.

Program panggung IFFINA+ Talks menghadirkan pembicara dari bidang furnitur, hospitality, desain, dan produksi material. Sejumlah nama yang tampil antara lain sutradara film Jay Subiakto, arsitek dan pengusaha hotel Harry Soedarsono, co-founder MBLOC Jacob Gatot, serta design leader LIXIL Yoichiro Tomiyoka.

Interzum jakarta juga menghadirkan Mobile Space melalui edisi khusus Mobile Podcast, sebuah studio podcast mobile yang dikembangkan bersama Otodriver, desainer interior Rica Ishak, dan produsen bodi kendaraan Delima Mandiri.

Sementara itu, IFFINA+ dan interzum jakarta menghadirkan Experience Lab bersama Playo untuk memperkenalkan inovasi material lokal serta 100+ Designers Club sebagai jalur networking bagi desainer dan brand.

IHF Indonesia melengkapi rangkaian kegiatan dengan DIY Class, DIY Fest, dan DIY Workshop yang menghadirkan demonstrasi praktik, peningkatan keterampilan teknis, serta kesempatan sertifikasi profesional.

Melalui penyelenggaraan bersama tersebut, IMMFC 2026 diarahkan untuk memperkuat hubungan antarpelaku industri furnitur sekaligus membuka peluang sourcing dan kerja sama lintas sektor.

Pameran berlangsung hingga 27 September 2026 dan dapat diikuti oleh pelaku industri melalui registrasi pengunjung secara daring. (Eff)

About The Author