Tak Sekadar Seremoni, Sarasehan Kesaktian Pancasila Digelar di Bogor
2 mins read

Tak Sekadar Seremoni, Sarasehan Kesaktian Pancasila Digelar di Bogor

VakansiInfo, Boogor – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila akan menjadi momentum untuk membuka ruang dialog mengenai hubungan antara nilai-nilai Pancasila dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Gagasan tersebut akan dibahas dalam Sarasehan Kesaktian Pancasila bertema “Menguji Kesaktian Pancasila: Antara Idealisme, Teori, dan Realita Kehidupan Berbangsa” di Balong Kabayan, Bogor Selatan, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Sarasehan tersebut dirancang untuk mempertemukan gagasan tentang Pancasila dengan realitas sosial yang berkembang di masyarakat. Sejumlah persoalan seperti kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial akan menjadi bagian dari pembahasan.

Pembina Daya Putra Bangsa, Heri Cokro, mengatakan peringatan Kesaktian Pancasila perlu dimaknai lebih jauh dari kegiatan seremonial.

“Yang penting adalah menguji apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam perilaku kita sebagai warga negara. Karena itu, kita ingin mempertemukan idealisme Pancasila dengan realitas kehidupan sehari-hari,” ujar Heri.

Menurutnya, Pancasila perlu ditempatkan sebagai nilai yang dapat dibicarakan dan dikaitkan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Kita ingin bertanya secara terbuka: ketika berbicara tentang kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial, seperti apa wujudnya dalam kehidupan nyata?” katanya.

Baca Juga  Sawala Dasa Wacana #15 Menggali Makna Kemerdekaan dari Kearifan Lokal Sunda

Heri juga menyebut perkembangan teknologi informasi, media sosial, perubahan sosial, politik identitas, dan beragam kepentingan masyarakat menjadi bagian dari tantangan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.

Karena itu, ruang dialog lintas generasi dinilai penting agar generasi muda dapat bertanya dan membangun pemahaman berdasarkan realitas yang mereka hadapi.

Sementara itu, Ketua Panitia Tri Ajeng mengatakan sarasehan disiapkan sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif.

“Kami ingin menghadirkan ruang bagi peserta untuk berdialog, bertanya, berbeda pandangan, dan bersama-sama mencari makna Pancasila dalam kehidupan nyata,” ujarnya.

Selain diskusi, kegiatan juga akan menghadirkan unsur seni dan budaya melalui Teatrikalisasi Pancasila oleh Teater Bocah Putra Bangsa.

Diskusi sesi pertama akan menghadirkan Dr. Heri Santoso dari Filsafat UGM, Sadono Sriharjo, ST dari BPIP, dan Ahmad Sofwan Ansori dari UNPAK Bogor, dengan Heri Cokro sebagai moderator.

Rangkaian acara juga mencakup sesi hiburan KPJ Bogor, tanya jawab, tanggapan pakar, penyusunan kesimpulan dan resolusi, serta ramah tamah.

Tri Ajeng berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga melakukan refleksi mengenai penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Pegiat Seni, Budaya, dan Pendidikan di Bogor Serukan Penguatan Kembali Nilai-Nilai Pancasila

“Kami berharap peserta tidak pulang hanya membawa pemahaman tentang apa itu Pancasila, tetapi juga membawa pertanyaan kepada dirinya sendiri: sudah sejauh mana nilai Pancasila kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui sarasehan ini, penyelenggara ingin membuka percakapan yang lebih luas mengenai Pancasila, termasuk bagaimana nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, peringatan Kesaktian Pancasila diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi dan dialog mengenai praktik nilai-nilai Pancasila. (Ckr03/red)

About The Author