
Memilih Bersuara Saat Diminta Bungkam, Belajar Berani dari Niken di Beautiful Pain
VakansiInfo, Jakarta – Keberanian untuk berbicara menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam film drama terbaru Dapur Film, Beautiful Pain. Film ini menghadirkan kisah Niken, karakter yang diperankan Raihaanun, dalam menghadapi luka masa lalu, pelecehan, hingga fitnah yang mengancam kehidupannya.
Bagi penyintas kekerasan seksual atau pelecehan, persoalan sering kali tidak berhenti ketika peristiwa terjadi. Setelahnya, muncul ketakutan untuk berbicara karena khawatir dihakimi, disalahkan, atau menghadapi stigma dari lingkungan sekitar.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Niken dalam Beautiful Pain. Setelah mengalami perceraian dari hubungan yang tidak sehat, Niken berusaha menata kembali kehidupannya. Namun, ketika mencoba membuka lembaran baru, ia kembali dihadapkan pada persoalan yang menguji keberaniannya.
Niken Memilih untuk Bersuara
Dalam kondisi tertekan, Niken harus menentukan sikap antara kembali diam atau memperjuangkan kebenaran. Melalui gagasan Finding the Courage dan Speak Up, film ini menggambarkan proses Niken menghadapi ketakutannya.
Keputusan untuk bersuara bukan hanya menjadi bentuk perlawanan terhadap persoalan yang dialaminya. Bagi Niken, langkah tersebut juga berkaitan dengan perjuangan mempertahankan hak asuh kedua anaknya sekaligus memulihkan martabat dirinya.
Keberanian tersebut menjadi titik penting karena Niken tidak lagi membiarkan pengalaman masa lalu menentukan masa depannya.
Pentingnya Berani Bicara
Kisah Niken memperlihatkan bahwa keberanian untuk mengungkapkan pengalaman dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan dukungan dan mengambil kembali kendali atas kehidupan.
Berbicara juga dapat membantu memutus manipulasi atau gaslighting yang membuat korban meragukan pengalaman dirinya sendiri.
Selain itu, ketika seseorang berani membuka suara, lingkungan memiliki kesempatan untuk memberikan dukungan yang lebih aman dan tepat. Karena itu, keberadaan support system yang tidak menghakimi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Bagi Niken, keberanian tersebut juga menjadi bentuk perlindungan terhadap anak-anaknya agar mereka tidak tumbuh dalam bayang-bayang fitnah dan persoalan masa lalu.
Dibintangi Raihaanun hingga Baim Wong
Beautiful Pain disutradarai Dmaz Brodjonegoro di bawah arahan produser Hanung Bramantyo. Nikita Mirzani bertindak sebagai Executive Producer.
Film ini turut menghadirkan Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Sha Ine Febriyanti, Siti Fauziah, Tarra Budiman, Dimas Aditya, dan Nikita Mirzani.
Melalui perjalanan Niken, Beautiful Pain mengajak penonton melihat persoalan kekerasan dan fitnah dari perspektif yang lebih empatik. Film ini juga membawa pesan agar masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan korban, tetapi memberi ruang untuk mendengar dan memahami.
Beautiful Pain dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Perkembangan terbaru film ini dapat diikuti melalui Instagram @filmbeautifulpain dan @dapurfilm. (Mur)



