Rumah Singgah Al-Fatih Genap 10 Tahun, Telah Dampingi Lebih dari 550 Pejuang Kesembuhan
3 mins read

Rumah Singgah Al-Fatih Genap 10 Tahun, Telah Dampingi Lebih dari 550 Pejuang Kesembuhan

VakansiInfo, Bandung – Selama sepuluh tahun, Rumah Singgah Al-Fatih (RSAF) menjadi tempat bernaung bagi keluarga pasien anak dari berbagai daerah yang menjalani pengobatan di Bandung. Sejak berdiri pada 10 Oktober 2016, RSAF telah mendampingi lebih dari 550 Pejuang Kesembuhan dari 35 kabupaten dan kota.

Di bawah naungan Cinta Quran Foundation, RSAF menyediakan tempat tinggal sementara dan berbagai bantuan gratis bagi keluarga yang harus mendampingi anak menjalani perawatan jauh dari rumah.

Perjalanan satu dekade tersebut diperingati di Bandung pada 18 Oktober 2026. Bagi Founder RSAF, Kasviansyah atau Kang Avin, sepuluh tahun mendampingi anak-anak dan keluarga mereka menghadirkan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Yang jelas, rasanya semua usaha, upaya juga lelah karena lillah untuk mendampingi mereka, sampai kembali sehat dan bisa beraktivitas kembali dengan bahagia dan bugar bersama keluarganya, seperti terbayarkan semua,” kata Avin.

Bantuan gratis untuk keluarga pasien

Keluarga yang membawa anak berobat ke luar kota tidak hanya menghadapi persoalan medis. Biaya perjalanan, tempat tinggal, makan sehari-hari, obat-obatan, dan transportasi menuju rumah sakit dapat menjadi beban besar, terlebih jika pengobatan berlangsung lama.

Baca Juga  Cinta Quran Foundation Gelar RUPW 2026, Luncurkan Program Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna

RSAF berupaya membantu melalui penyediaan tempat tinggal sementara, makan dan minum, layanan antar-jemput ambulans, bantuan nutrisi dan obat-obatan, hingga alat penunjang kesehatan.

Pendampingan juga mencakup program ekonomi bagi orang tua yang kehilangan kesempatan bekerja karena harus menemani anak menjalani pengobatan.

Selama sepuluh tahun, perjalanan RSAF diwarnai beragam kisah. Salah satunya Livia, perempuan asal Tasikmalaya yang didiagnosis mengalami osteosarkoma atau kanker tulang saat berusia 14 tahun.

Dalam proses pengobatan, Livia harus menjalani amputasi dan kemudian menggunakan kaki prostetik. Kini, pengobatannya telah rampung dan ia bekerja sebagai desainer kreatif.

Kisah lain datang dari Arafah Khoirunnisa atau Ara, yang didiagnosis mengalami Total AV Block, kelainan pada sistem penghantaran listrik jantung. Ibunya, Lasmi, mengaku sangat bersyukur mendapatkan pendampingan RSAF setelah keluarga berjuang mencari jawaban atas kondisi kesehatan Ara.

“Alhamdulillah sekali sudah bisa ketemu dan mendampingi kami, sampai Ara seperti ini, sehat dan aktif,” ujar Lasmi.

Enam ambulans melayani Jawa Barat dan Jawa Tengah

Dukungan RSAF juga terlihat dari operasional layanan kesehatan. Sepanjang 2025, ambulans RSAF tercatat menempuh jarak 154.725 kilometer untuk membantu pasien menjangkau rumah sakit.

Baca Juga  Memperingati Muharram Yang Suci Cinta Qur'an Foundation Gelar Amazing Muharram 12

Saat ini, enam ambulans gratis melayani kebutuhan pasien di Jawa Barat dan Jawa Tengah. RSAF juga membantu sekitar 300 resep obat setiap tahun dan telah mendampingi lebih dari 50 keluarga melalui program ekonomi, termasuk usaha peternakan domba.

Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 120 orang telah sembuh, 141 orang masih didampingi, 174 orang mengalami penundaan pengobatan, dan 115 orang telah berpulang.

RSAF juga memperluas jangkauan pendampingannya melalui pendirian Rumah Singgah Al-Fatih Yogyakarta pada akhir Januari 2025. Ke depan, Avin berharap rumah singgah dapat hadir di kota lain, seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta.

Selain memperluas jaringan, RSAF mengembangkan konsep usaha produktif berbasis wakaf. Salah satunya melalui apotek wakaf produktif di Bandung, yang diharapkan dapat membantu menopang operasional rumah singgah dari hasil penjualan obat.

Sepuluh tahun perjalanan RSAF menjadi pengingat bahwa dukungan bagi pasien anak tidak hanya berupa pengobatan. Tempat tinggal, makanan, transportasi, dan pendampingan keluarga turut membantu mereka melewati masa sulit.

Bagi RSAF, setiap anak yang diperjuangkan memiliki arti, meski bukan anak sendiri. (Eff)

About The Author