Ingin Beralih ke Mobil Listrik? Kenali Cara Kerja PHEV
4 mins read

Ingin Beralih ke Mobil Listrik? Kenali Cara Kerja PHEV

VakansiInfo, Jakarta – Kendaraan elektrifikasi semakin beragam di pasar Indonesia. Selain mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) dan mobil hybrid konvensional atau Hybrid Electric Vehicle (HEV), konsumen juga dapat mempertimbangkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

PHEV menggabungkan motor listrik dan mesin konvensional. Perbedaannya dengan HEV terletak pada baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal, sehingga kendaraan dapat menempuh jarak lebih jauh menggunakan tenaga listrik, bergantung pada kapasitas baterai dan kondisi penggunaan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan distribusi gabungan BEV, HEV, dan PHEV mencapai 175.144 unit sepanjang 2025, naik dari 103.228 unit pada 2024. Distribusi PHEV sendiri meningkat dari 136 unit menjadi 5.270 unit pada periode yang sama.

Apa Perbedaan BEV, HEV, dan PHEV?

BEV menggunakan motor listrik dan baterai sebagai sumber tenaga utama, tanpa mesin pembakaran internal. Baterainya diisi melalui sumber listrik eksternal.

HEV menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik. Baterainya umumnya diisi melalui sistem kendaraan, sehingga pengguna tidak perlu menghubungkannya ke sumber listrik eksternal.

Sementara itu, PHEV memiliki motor listrik, mesin konvensional, dan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Kombinasi ini memungkinkan pengguna memanfaatkan tenaga listrik untuk perjalanan harian sekaligus menggunakan mesin konvensional ketika dibutuhkan.

Ichsan Aria Putra, Product Expert PT Sokonindo Automobile, menjelaskan bahwa kemampuan pengisian baterai dari sumber listrik eksternal menjadi salah satu pembeda penting antara PHEV dan HEV.

Baca Juga  Deretan Brand dan Aftermarket Luncurkan Produk Baru di IIMS 2026, dari Logo HSR hingga Mobil Hybrid dan Sportainment

Meski PHEV tetap dapat digunakan ketika baterai berkurang, pengisian daya secara rutin dibutuhkan agar potensi berkendara listriknya dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kapan PHEV Cocok Digunakan?

PHEV dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan tenaga listrik untuk perjalanan rutin, seperti pergi ke kantor, mengantar anak, atau beraktivitas di sekitar kota.

Menurut Ichsan, konsumen dengan jarak perjalanan harian sekitar 30–50 kilometer berpotensi mengandalkan tenaga listrik untuk aktivitas tersebut, selama baterai terisi cukup dan jarak tempuh listrik kendaraan memadai.

Namun, efisiensi aktual tetap bergantung pada kebiasaan pengisian daya, kondisi jalan, gaya berkendara, penggunaan pendingin udara, serta muatan kendaraan.

Karena itu, akses pengisian daya di rumah atau tempat kerja menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli PHEV. Jika baterai jarang diisi, mesin konvensional akan lebih sering digunakan dan potensi penghematan bahan bakar dapat berkurang.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli

Selain akses pengisian daya, konsumen perlu mempertimbangkan pola perjalanan dan biaya kepemilikan. Perhitungan sebaiknya mencakup harga kendaraan, biaya listrik, bahan bakar, servis berkala, garansi baterai, serta nilai jual kembali.

Kenyamanan dan keselamatan juga penting. Kapasitas kabin, fitur bantuan berkendara, karakter suspensi, serta kemudahan pengoperasian perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi dan penumpang.

PHEV bukan otomatis pilihan paling hemat bagi setiap orang. Manfaatnya akan lebih terasa jika karakteristik kendaraan sesuai dengan pola penggunaan dan pemiliknya dapat mengisi daya secara rutin.

Baca Juga  GAC M8 Jadi MPV China dengan Resale Value Tertinggi, Bukti Kualitas Premium Jangka Panjang

DFSK E5 Plus, SUV Plug-in Hybrid untuk Keluarga

DFSK E5 Plus menjadi salah satu model PHEV yang ditawarkan untuk pasar Indonesia. SUV ini memiliki konfigurasi enam tempat duduk dengan captain seat pada baris kedua.

Berdasarkan spesifikasi resmi DFSK, E5 Plus menggunakan baterai berkapasitas 25 kWh. Jarak tempuh listrik murninya diklaim mencapai 140 kilometer, sementara jarak tempuh gabungan mencapai 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC. Hasil penggunaan nyata dapat berbeda sesuai kondisi perjalanan dan cara berkendara.

Fitur lainnya meliputi layar hiburan belakang berukuran 15,6 inci, ventilated seats pada baris pertama dan kedua, serta Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Kendaraan ini juga menyediakan beberapa mode pengoperasian yang mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin konvensional.

Fungsi dan batasan setiap fitur perlu dipahami melalui buku panduan kendaraan. Fitur bantuan pengemudi tidak menggantikan kewajiban pengemudi untuk tetap memperhatikan kondisi jalan.

Pilih Kendaraan Sesuai Kebutuhan

PHEV menawarkan alternatif bagi konsumen yang ingin menggunakan tenaga listrik tanpa sepenuhnya meninggalkan fleksibilitas mesin konvensional. Namun, keputusan membeli kendaraan elektrifikasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada klaim jarak tempuh dan jumlah fitur.

Pola perjalanan, akses pengisian daya, biaya operasional, kenyamanan, dan kebutuhan keluarga tetap menjadi pertimbangan utama. Dengan memahami perbedaan BEV, HEV, dan PHEV, konsumen dapat memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebiasaan berkendara mereka. (Mur)

About The Author