Bengis
Berdentam jantung berdentam kencang
Natap nanar pengamen jalanan
Yang di anak tirikan kehidupan
Mereka hanya cari makan
Dan karenanya dihantam kekuasaan
Lagu-lagu sumbang melolongkan
Ketimpangan
Nada-nada cacat meraungkan
ketidakadilan
Demi sebuah kenyamanan
segelintir orang
Mereka ditindas dihinakan
Sedang solusi sosial tumpul
Regulasi menerkam anomali
Bukan pembinaan dan rangkulan
Kasih sayang
Tapi penistaan dan pukulan kebencian
Yang mereka dapatkan
Duhai dewa-dewa kuasa
Yang bertahta di singgasana kota
Mengapa kemiskinan kau gilas
Sedang patologi pejabat tinggi
Begitu kau jaga
Dan kau lindungi
Duhai dewa-dewa penguasa
Yang sejahtera menghisap sejahtera
Dari keringat rakyat jelata
Sabiji luka mereka
Adalah sejuta dosa
Sedang ulat-ulat korupsi
Terbiarkan tanpa tindakan
Tapi dengan pengamen jalanan
Kau begitu perkasa seolah pahlawan
Berderak tulang-tulangku berderak
Melangkah gontai menyuarakan kesaksian
Mereka bukan preman
Mereka anak-anakmu
Yang tersingkir dari nikmatnya kehidupan
Tanpa cinta
Kekuasaan adalah kezaliman
Tanpa kasih
Penertiban serupa penyiksaan
Aku bergumam dalam tangis
Natap aksi-aksimu yang bengis
Pasirangin, 16525
Vakansiinfo – Heri Mardi Purwanto, yang lebih di kenal dengan nama Cokro, lahir di Bandung pada 16 April 1976. Ia adalah seorang pekerja seni dan pendidik yang memiliki banyak bakat. Sejak masa sekolah di Sekolah Menengah Seni Rupa Bandung (1993-1996). Ia aktif mengikuti berbagai pameran seni, seperti seni ukir, lukisan batik, dan seni kriya.
(Red)