VakansiInfo, Jakarta – Memasuki 2026, industri eCommerce Indonesia menunjukkan kedewasaan baru. Belanja online tak lagi didorong semata oleh diskon besar, melainkan oleh kepercayaan, kualitas, dan pengalaman menyeluruh. Lazada Indonesia memprediksi pergeseran ini sebagai awal era confident commerce, di mana konsumen semakin yakin membeli produk bernilai tinggi secara digital.
CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menyebut konsumen kini jauh lebih selektif. Mereka tidak hanya mengejar harga murah, tetapi juga mempertimbangkan keaslian produk, daya tahan, serta manfaat jangka panjang. “Ketika kepercayaan sudah terbentuk, konsumen lebih berani berbelanja lebih besar dan memilih produk berkualitas tinggi,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Tren ini sejalan dengan laporan e-Conomy SEA (Google, Temasek, Bain & Company) yang memproyeksikan nilai transaksi eCommerce Indonesia mencapai US$140 miliar pada 2030, tertinggi di Asia Tenggara. Untuk 2026, Lazada mengidentifikasi lima arah utama perkembangan industri.
Pertama, kepercayaan menjadi motor utama belanja online. Konsumen, terutama keluarga muda dan kelas menengah, mengandalkan eCommerce untuk membeli elektronik, peralatan rumah tangga, hingga produk kesehatan. Data Cube Asia 2025 mencatat, 80 persen konsumen Indonesia memilih berbelanja di online mall karena jaminan kualitas.
Kedua, belanja semakin terkait dengan fase kehidupan, mulai dari membangun rumah tangga hingga menjalani gaya hidup sehat. Ketiga, muncul tren premiumisasi berbasis nilai, di mana konsumen rela “berinvestasi” pada produk berkualitas, didukung fitur cicilan, voucher, dan loyalitas.
Keempat, program membership menggantikan diskon sesaat dengan manfaat jangka panjang. Kelima, kreator konten dan afiliator menjadi ujung tombak pertumbuhan, menjembatani brand dengan konsumen melalui ulasan autentik.
“Ke depan, eCommerce tidak hanya soal volume transaksi, tapi dampak nyata bagi kualitas hidup. Kepercayaan dan kualitas adalah kunci,” tutup Carlos. (Eff)



