VakansiInfo, Jakarta – Banyak orang masih menganggap campak sebagai penyakit ringan yang hanya menyerang anak-anak. Namun, fakta terbaru menunjukkan hal yang berbeda. Kasus campak di Indonesia terus meningkat dan kini mulai menyerang orang dewasa.
Data dari World Health Organization mencatat lebih dari 17.000 kasus sepanjang 2025. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus tertinggi di dunia.
Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan adalah daya tularnya yang sangat tinggi. Virus campak bisa menyebar hingga ke 18 orang dari satu penderita, bahkan hanya melalui udara di ruang tertutup.
Menurut dr. Nina Dwi Putri dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, interaksi padat seperti saat Lebaran atau di sekolah menjadi momen rawan penularan. Ia juga mengingatkan dampak jangka panjang yang jarang disadari, yaitu immune amnesia.
“Campak bisa menghapus memori kekebalan tubuh anak. Setelah sembuh, mereka justru lebih mudah sakit,” ujarnya.
Tak hanya anak-anak, sekitar 8% kasus kini terjadi pada orang dewasa. Faktor seperti imunisasi yang tidak lengkap hingga penurunan antibodi membuat risiko semakin besar.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, kelompok seperti tenaga medis dan individu dengan penyakit kronis memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Karena itu, vaksinasi menjadi langkah penting. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia merekomendasikan vaksin MMR bagi orang dewasa yang belum memiliki kekebalan.
Kesadaran akan pentingnya imunisasi kini menjadi kunci. Sebab, campak bukan lagi sekadar penyakit masa kecil, tetapi ancaman nyata yang bisa menyerang siapa saja. (Red)



