Sab. Agu 30th, 2025

CELIOS Soroti Pinjaman Online Ilegal, Regulasi Prudent, dan Pentingnya Literasi Keuangan

CELIOS Soroti Pinjaman Online Ilegal, Regulasi Prudent, dan Pentingnya Literasi Keuangan

VakansiInfo – Dalam beberapa tahun terakhir, industri pinjaman daring (pindar) tumbuh pesat dan memberikan kontribusi signifikan bagi sektor keuangan nasional melalui penerapan regulasi yang inklusif.

Dalam menjaga momentum perkembangan ekosistem industri, Otoritas Jasa Keuangan saat ini meregulasi pindar dengan mengatur ketentuan terkait dengan manfaat ekonomi yang diperoleh lender dan borrower.

Meskipun demikian, industri pindar masih menghadapi tantangan serius akibat maraknya pinjol ilegal, praktik joki, dan komunitas gagal bayar yang berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem pindar.

Pentingnya Keseimbangan Insentif

Platform pindar beroperasi sebagai two-sided market yang menghubungkan borrower dan lender dengan kebutuhan berbeda.

Rani Septyarini, Peneliti Ekonomi Digital CELIOS, menjelaskan. “Agar sistem ini berjalan optimal, diperlukan keseimbangan insentif antara kedua pihak. Suku bunga yang terjangkau dapat menarik peminjam karena menawarkan cicilan yang terukur. Namun bunga juga harus proporsional untuk mencerminkan risiko kredit agar lender memperoleh imbal hasil yang layak.”

Lebih lanjut, Rani menekankan pentingnya keberlanjutan operasional platform dan kepastian bagi lender saat menetapkan suku bunga.

“Jika bunga terlalu rendah, bukan hanya keuntungan lender yang tergerus, tetapi juga kelangsungan platform terancam, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan likuiditas dan terbatasnya akses kredit bagi masyarakat.”

Baca Juga  Ketua LPS Ajak Ribuan Pelajar SMA Tingkatkan Literasi Keuangan dan Budayakan Menabung Sejak Dini

Ia mengingatkan, dalam kondisi demikian konsumen berisiko kembali terjebak pada praktik predatory lending seperti pinjol ilegal. Oleh karena itu, penentuan bunga harus dilakukan secara hati-hati—cukup terjangkau untuk melindungi peminjam, namun tetap menarik bagi lender, serta memungkinkan platform menjaga keberlanjutan ekosistem P2P lending.

Manfaat Pindar Bagi Borrower dan Lender

Menurut Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, pinjaman daring memberikan manfaat besar bagi borrower. Terutama dalam memperluas akses keuangan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau perbankan formal.

“Banyak pelaku UMKM dan masyarakat umum kesulitan mendapatkan pembiayaan karena prosedur perbankan yang rumit dan kebutuhan agunan. Pindar hadir dengan proses yang cepat, tanpa perlu jaminan, dan berbasis aplikasi, sehingga lebih mudah dijangkau.”

Huda juga menambahkan, tren masyarakat mulai beralih dari pinjaman kerabat ke platform digital karena kemudahan dan fleksibilitasnya.

Bagi lender, terutama investor individu maupun institusi, pindar menjadi instrumen investasi dengan imbal hasil lebih tinggi di bandingkan instrumen konvensional seperti deposito atau SBN.

“Tingkat pengembalian investasi di platform pindar bisa mencapai 15–20 persen per tahun, jauh lebih menarik di bandingkan rata-rata suku bunga deposito. Namun imbal hasil tinggi juga di ikuti risiko gagal bayar yang besar, sehingga regulasi dan transparansi tetap menjadi faktor penting.”

Baca Juga  RupiahCepat Gelar Literasi Keuangan untuk Kesehatan Mental Masyarakat Balikpapan di Finexpo 2024

Regulasi Berbasis Risiko

Dyah Ayu, Peneliti Ekonomi CELIOS, menambahkan bahwa regulasi yang hati-hati dalam menetapkan suku bunga akan menjaga keberlanjutan sektor P2P lending.

“Diharapkan adanya penetapan suku bunga berbasiskan risiko yang adil bagi lender dan borrower, serta memastikan kepastian dan transparansi suku bunga bagi platform melalui evaluasi berkala.”

Dyah menilai pemerintah perlu mengambil langkah komprehensif yang menjamin keberlanjutan ekosistem pindar, seperti:

  • Penguatan Pokja Pinjaman Daring untuk memberantas pinjol ilegal
  • Menangani isu gagal bayar (galbay) dengan pedoman jelas
  • Mencegah fraud dari komunitas atau joki galbay

Pentingnya Literasi Keuangan

Selain potensi besar pindar, literasi keuangan menjadi kunci agar konsumen dapat membuat keputusan finansial yang bijak dan menghindari utang berlebihan.

“Edukasi berkelanjutan mengenai hak dan kewajiban dalam berpinjam sangat penting. Untuk mengurangi potensi penyalahgunaan layanan pinjaman daring oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelas Dyah.

(Eff)

Related Post