VakansiInfo, Bogor – Kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, tak hanya menjadi ruang publik untuk olahraga, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi mikro. CFD yang digagas Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kini menjelma sebagai “pasar pagi” yang mampu mendongkrak omzet pelaku UMKM dalam waktu singkat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan hingga ratusan pelaku UMKM memanfaatkan momentum CFD untuk berjualan. Dalam kurun waktu sekitar tiga jam (06.00–09.00 WIB), rata-rata pedagang mengaku mampu meraup omzet mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta, tergantung jenis produk dan lokasi lapak.
Salah satu pelaku UMKM, Andri Daniati, menyebut kegiatan ini sangat membantu meningkatkan penjualan harian. “Kalau lagi ramai seperti ini, omzet bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Retno, pedagang kuliner sarapan yang menjajakan nasi chicken katsu, pecel, hingga gudeg. Ia mengungkapkan, dalam satu sesi CFD, dagangannya bisa habis sebelum pukul 09.00 WIB.
“Antusiasme warga luar biasa. Biasanya jualan sampai siang, tapi di CFD bisa habis dalam beberapa jam saja,” katanya.
Jika diasumsikan terdapat 100 pelaku UMKM aktif dengan rata-rata omzet Rp1 juta per kegiatan, maka potensi perputaran uang dalam satu kali CFD bisa mencapai Rp100 juta hanya dalam satu pagi. Angka ini menunjukkan bahwa kegiatan publik seperti CFD memiliki dampak ekonomi langsung yang signifikan bagi masyarakat.
Selain meningkatkan pendapatan, CFD juga menjadi sarana promosi efektif bagi produk lokal. Pelaku UMKM bisa memperkenalkan menu baru, memperluas pelanggan, hingga membangun loyalitas konsumen.
Di sisi lain, tingginya kunjungan masyarakat juga menciptakan efek domino terhadap sektor lain, seperti parkir, transportasi lokal, hingga jasa hiburan.
Dengan potensi tersebut, CFD Tegar Beriman tidak hanya berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi mikro yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor. (Mur)



