VakansiInfo – Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line semakin mengukuhkan posisinya sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan. Selama Semester I tahun 2025, KAI Commuter mencatat jumlah pengguna mencapai 166,4 juta orang untuk wilayah Jabodetabek. Meningkat 6,13% di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap Commuter Line sebagai moda transportasi yang tidak hanya aman dan terjangkau, tetapi juga ramah lingkungan. Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menegaskan bahwa tren positif ini menunjukkan kesadaran baru di kalangan masyarakat urban, di mana transportasi publik dianggap sebagai pilihan cerdas dan berwawasan lingkungan.
Mobilitas Meningkat, Polusi Menurun
Dengan diberlakukannya grafik perjalanan kereta baru (Gapeka) sejak Februari 2025, kini terdapat 1.063 perjalanan Commuter Line setiap harinya. Hal ini membantu mempercepat pergerakan masyarakat sekaligus menekan kemacetan dan polusi di kawasan padat seperti Jabodetabek.
Beberapa stasiun utama, seperti Stasiun Bogor, Tanah Abang, Sudirman, dan Manggarai mencatat volume pengguna yang sangat tinggi. Manggarai bahkan melayani hingga 162 ribu pengguna per hari sebagai simpul transit utama.
Kinerja Andal, Rangkaian Baru Tambah Nyaman
Tak hanya soal jumlah, KAI Commuter juga menunjukkan performa layanan yang memuaskan. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 98,6 persen, sementara ketepatan kedatangan mencapai 98 persen selama paruh pertama 2025. Bahkan layanan di lintas Merak dan Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) mencapai hampir 100 persen ketepatan.
Untuk menunjang kenyamanan, KAI Commuter telah menambah sembilan rangkaian KRL baru, dengan lima di antaranya telah beroperasi di jalur Bogor dan Cikarang. Menurut Asdo, ketepatan waktu adalah bentuk komitmen terhadap kualitas pelayanan, bukan sekadar angka statistik.
Stasiun Modern, Sistem Terintegrasi
Transformasi Commuter Line juga terlihat dari pembaruan infrastruktur. Stasiun Tanah Abang kini hadir dengan desain modern dan pelayanan yang lebih tertata. Selain itu, integrasi dengan moda transportasi lain seperti MRT, LRT, KA jarak jauh, dan angkutan darat menjadikan Commuter Line semakin fleksibel dan nyaman digunakan.
Asdo menutup paparannya dengan apresiasi kepada para pengguna. “Commuter Line kini bukan sekadar alat transportasi, tapi bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan terus berinovasi dan meningkatkan fasilitas, KAI Commuter tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi turut membentuk wajah baru mobilitas perkotaan di Indonesia.
(Mur)