Kemenpora Godok Dana Pensiun Atlet, Erick Thohir: Stigma Atlet Tak Punya Masa Depan Harus Dipatahkan

Kemenpora Godok Dana Pensiun Atlet, Erick Thohir: Stigma Atlet Tak Punya Masa Depan Harus Dipatahkan

VakansiInfo – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tengah berupaya menghapus stigma bahwa profesi atlet tidak menjanjikan kesejahteraan di masa depan. Selain pemberian bonus bagi atlet berprestasi, Kemenpora kini mulai merumuskan skema dana pensiun khusus atlet sebagai perlindungan jangka panjang.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa anggapan atlet identik dengan kemiskinan dan ketidakpastian masa depan harus segera diakhiri.

“Karena stigma bahwa para atlet itu miskin, atlet itu juga tidak punya masa depan, kita harus dobrak,” ujar Erick usai mengukuhkan sekaligus melepas Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand, Sabtu (10/1) pagi.

Erick menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian besar terhadap atlet nasional, salah satunya melalui pemberian bonus yang dinilai signifikan bagi atlet berprestasi. Bonus tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi atlet yang membawa nama Indonesia di kancah internasional dan mengibarkan bendera Merah Putih.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga meminta Menpora untuk merumuskan solusi konkret terkait dana pensiun atlet. Menurut Erick, tantangan utama terletak pada status atlet yang umumnya berada di sektor informal, berbeda dengan pekerja formal yang memiliki skema pensiun berbasis gaji bulanan.

Baca Juga  Upacara HUT Ke-79 Kemerdekaan RI Dengan Baju Adat, Kemenpora Harap Maknai Sebagai Tonggak Sejarah Menuju Indonesia Emas 2045

“Biasanya dana pensiun berasal dari gaji bulanan yang ditabungkan. Atlet ini kan masuk kategori informal. Apakah mungkin bonus yang mereka terima bisa menjadi bagian dari angsuran masa depan,” jelas Erick.

Ia menegaskan bahwa penyusunan formula dana pensiun harus dilakukan secara hati-hati dan melibatkan berbagai pihak terkait. Tata kelola yang transparan menjadi hal mutlak agar program tersebut tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Banyak kasus dana pensiun di Indonesia justru dikorupsi. Ini yang harus kita jaga,” tegasnya.

Erick menyebut tahun 2026 akan menjadi masa penjajakan untuk merumuskan skema paling tepat. Dengan dukungan pemerintah, ia berharap dalam dua tahun ke depan dana pensiun atlet dapat mulai direalisasikan. (Mur)

About The Author

Pilihan Redaksi

Manchester United vs Brighton di Piala FA: Skuad Sementara dan Ujian Arah Klub

Manchester United vs Brighton di Piala FA: Skuad Sementara dan Ujian Arah Klub

PacaRUN 2026, Running Date Pertama di Indonesia oleh Closeup

PacaRUN 2026, Running Date Pertama di Indonesia Resmi Digelar oleh Closeup!