
VakansiInfo, Jakarta – Exabytes Indonesia menggelar forum bertajuk Digital Workplace 2.0: How Lark Transforms Company Workflows sebagai upaya mendorong transformasi sistem kerja organisasi di era digital.
Forum ini mempertemukan pemimpin bisnis, praktisi teknologi, serta profesional dari berbagai industri untuk membahas masa depan digital workplace dan bagaimana perusahaan dapat membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, kolaboratif, serta efisien.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai bagaimana organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat proses pengambilan keputusan di tengah kompleksitas lingkungan kerja digital.
Tantangan Workflow di Era Digital
Seiring percepatan transformasi digital, banyak organisasi menghadapi tantangan berupa fragmentasi workflow akibat penggunaan berbagai platform kerja yang tidak terintegrasi.
Kondisi ini sering memunculkan silo komunikasi, memperlambat koordinasi antar tim, serta menghambat produktivitas organisasi.
Berdasarkan riset dari Fortune Business Insights, pasar global enterprise collaboration software diperkirakan akan mencapai nilai USD 26,68 miliar pada tahun 2028, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 12,4 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan organisasi dalam mengelola workflow digital dan tim kerja yang semakin terdistribusi.
Pentingnya Platform Kerja Terintegrasi
Vice President & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan menjelaskan bahwa dalam proses transformasi digital, banyak organisasi justru menambah terlalu banyak tools sehingga kompleksitas kerja meningkat.
“Selama transformasi digital, banyak organisasi menambahkan berbagai tools baru, lebih banyak meeting, dan integrasi yang kompleks, namun justru kehilangan kecepatan dan efisiensi. Kadang yang diperlukan adalah satu tool yang dapat menyesuaikan dengan budaya kerja yang ada,” ujarnya.
Melalui forum ini, Exabytes menyoroti bagaimana pendekatan digital workplace yang terintegrasi dapat membantu perusahaan mengurangi silo komunikasi, meningkatkan transparansi kerja, serta mempercepat koordinasi lintas tim.
Hadirkan Perspektif Praktisi Industri
Diskusi dalam forum tersebut menghadirkan berbagai praktisi industri yang berbagi pengalaman mengenai implementasi sistem kerja digital di organisasi modern.
Beberapa pembicara yang hadir di antaranya:
- Lionel A.
- Bobby Candra Gunawan
- Cesar Ramdhani
Dalam forum tersebut juga dibahas mengenai Lark, platform digital workplace yang dikembangkan oleh ByteDance, perusahaan teknologi global yang juga dikenal melalui aplikasi TikTok.
Platform ini mengintegrasikan komunikasi tim, kolaborasi dokumen, video meeting, serta manajemen workflow dalam satu ekosistem kerja terpadu.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengurangi kompleksitas penggunaan berbagai aplikasi kerja yang terpisah.
Dorong Transformasi Kerja Digital
Sebagai penyedia solusi digital di Asia Tenggara, Exabytes Indonesia menilai transformasi cara kerja sebagai faktor penting dalam meningkatkan daya saing organisasi di era ekonomi digital.
Indra menambahkan bahwa lingkungan kerja modern kini semakin banyak menerapkan sistem kerja asynchronous, sehingga organisasi membutuhkan platform yang memungkinkan diskusi transparan serta keputusan yang terdokumentasi dengan baik.
“Lingkungan kerja saat ini bekerja secara asynchronous. Organisasi membutuhkan platform yang memungkinkan diskusi transparan, keputusan terdokumentasi, dan kolaborasi tanpa harus berada pada jadwal yang sama,” tambahnya.
Melalui inisiatif seperti forum Digital Workplace 2.0, Exabytes Indonesia berharap semakin banyak organisasi yang mengadopsi pendekatan kerja digital yang lebih terintegrasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (Mur)
