VakansiInfo, Jakarta – Transformasi berbasis Artificial Intelligence kini bukan lagi sekadar akselerator inovasi, melainkan fondasi baru dalam membangun daya saing bisnis. Memasuki 2026, lanskap industri bergerak menuju model yang semakin terdigitalisasi, berbasis data, dan berorientasi pada value creation. Dalam konteks tersebut, diferensiasi, efisiensi operasional, serta kapabilitas digital menjadi penentu utama keberlanjutan usaha.
Menjawab tantangan tersebut, Exabytes Indonesia bersama Cyber University secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia industri dan pendidikan.
Penandatanganan ini berlangsung dalam rangkaian Exabytes Digital Day bertajuk “Bisnis Melesat 2026: Bangun Value & Kuasai Digital di Era AI”, sebuah forum kolaboratif yang menghadirkan pelaku usaha, akademisi, komunitas, serta praktisi digital dalam satu ekosistem strategis.
Kemitraan ini difokuskan pada pengembangan talenta digital, peningkatan literasi dan kapabilitas AI, serta kolaborasi riset terapan. Inisiatif ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi akademik dan kebutuhan pasar yang terus berevolusi.
Urgensi kolaborasi tersebut sejalan dengan temuan World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 yang menegaskan bahwa kompetensi digital dan AI akan menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam lanskap tenaga kerja lima tahun ke depan.
Indra Hartawan, Vice President & Country Manager Exabytes Indonesia, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Adopsi AI harus meningkatkan produktivitas dan memperdalam pemahaman, bukan menjadi jalan pintas tanpa dasar keilmuan. Kami mendukung Cyber University memanfaatkan AI sebagai alat bantu riset dan pembelajaran kritis untuk mendukung proses belajar yang optimal,” ujar Indra Hartawan.
Kolaborasi antara Exabytes, Cyber University, Link UMKM, KUMPUL sebagai community partner, serta Dapur Bu Sastro sebagai sponsor, merepresentasikan pendekatan ekosistem dalam mendorong kesiapan bisnis Indonesia menuju era AI driven economy.
Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen menciptakan dampak jangka panjang dalam peningkatan kapabilitas digital nasional, sekaligus memperkuat fondasi bisnis yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. (Mur)



