VakansiInfo, Jakarta – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima audiensi legenda karate Indonesia, Titik Prasetyowati Verdi, di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas rencana produksi film biopik yang mengangkat perjalanan hidup Titik sebagai atlet karate yang dua kali meraih gelar Juara Dunia dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Angkat Prestasi Juara Dunia di Meksiko dan Tokyo
Titik menjelaskan bahwa film ini diadaptasi dari kisah nyata perjuangannya meraih dua gelar Juara Dunia Karate di Meksiko (1991) dan Tokyo (1993). Proses riset dan penulisan naskah telah rampung, termasuk persiapan lokasi serta pemilihan pemeran. Produksi dijadwalkan mulai Juni mendatang.
“Film ini adalah kisah nyata perjalanan hidup saya dalam meraih juara dunia karate dua kali dan mengibarkan nama Indonesia di kancah internasional. Kami berharap film ini dapat menginspirasi generasi muda dan membawa pesan positif bagi masyarakat,” ujar Titik.
Tak Sekadar Prestasi, Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan
Lebih dari sekadar film olahraga, biopik ini juga membawa misi sosial. Titik menekankan pentingnya kesadaran terhadap maraknya kekerasan seksual dan tindak kriminal yang mengancam perempuan dan anak.
“Karate bukan sekadar olahraga, tetapi sarana membangun keberanian, disiplin, dan kemampuan melindungi diri,” tambahnya.
Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inisiatif produksi film tersebut. Menurutnya, film biopik yang inspiratif dan edukatif memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter bangsa.
“Kementerian Kebudayaan sangat mendukung karya film nasional yang memiliki nilai inspiratif dan memperkuat karakter bangsa,” tegasnya.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Syaiful Agam, menambahkan bahwa film biopik mampu menghadirkan keteladanan nyata bagi generasi muda melalui kisah perjuangan tokoh bangsa.
Audiensi ini juga dihadiri Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi serta M. Rico Novaldi dari tim Titik Prasetyowati.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui fasilitasi promosi, jejaring, dan akses festival agar film Indonesia semakin berdaya saing di tingkat global. (Mur)
