VakansiInfo – Enam bulan masa jabatan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terus menjadi sorotan publik. Gaya kepemimpinannya yang di nilai “otoriter” namun merakyat memicu beragam opini, baik di dunia maya maupun di lapangan saat kunjungan kerjanya yang selalu di sambut lautan massa.
Fenomena ini menjadi topik diskusi bulanan Sawala Dasa Wacana edisi ke-3 bertema “Fenomena KDM dalam Upaya Membangun Jati Diri Budaya dan Peradaban Sunda”. Acara berlangsung di Komplek Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Cijeruk, Bogor, Minggu (10/8/2025) lalu.
Pandangan Politik: Populis atau One Man Show?
Pengamat politik Citra Institute, Yusak Farhan, menilai KDM mirip dengan gaya populis Presiden Jokowi. Namun, ia menekankan pentingnya KDM menunjukkan kemampuan mengorganisir tim pemerintahan agar terhindar dari citra “jalan sendiri”. Yusak juga mempertanyakan apakah gaya Jokowi jilid dua masih relevan di mata publik.
Perspektif Sejarah & Budaya Sunda
Sejarawan Bogor, Rachmat Iskandar, mengapresiasi kerja cepat KDM dalam membenahi masalah mendasar. Ia membandingkan KDM dengan tokoh Sunda legendaris seperti Ali Sadikin yang tegas dan visioner, serta Ajib Rosidi yang konsisten mengusung budaya Sunda ke panggung internasional.
Menurutnya, kombinasi kepemimpinan populis, ketegasan, dan kelembutan budaya akan membuat KDM “nanjeur” sebagai tokoh Sunda berpengaruh di tingkat nasional.
Antusiasme Peserta Diskusi
Meski hujan deras, acara dihadiri mahasiswa KKN Unida Bogor, praktisi pendidikan SMK Taruma Negara, jurnalis, budayawan, dan seniman yang fokus mendengarkan pembahasan hingga magrib.
Diskusi ini membuka wawasan baru terkait peran KDM sebagai pemimpin daerah yang membawa identitas budaya Sunda dalam panggung politik Indonesia.
(Ckr03/red)