Vakansiinfo – Drum adalah jantung dari sebuah band — alat musik yang mengatur tempo, ritme, dan dinamika lagu. Seorang drummer yang solid dapat membuat musik terdengar hidup dan terorganisir. Untuk itu, penguasaan berbagai teknik bermain drum sangat penting, baik untuk pemula maupun yang ingin meningkatkan level permainannya.
Berikut adalah teknik – teknik dasar dan lanjutan dalam bermain drum:
1. Stick Grip (Cara Memegang Stik Drum)
Sebelum bermain, teknik memegang stik sangat krusial karena memengaruhi kontrol dan kenyamanan.
- Matched Grip: Kedua tangan memegang stik dengan cara yang sama. Umum untuk semua gaya modern.
- Traditional Grip: Tangan kiri memegang stik dengan posisi menyamping. Umum dalam jazz atau marching band.
Latih grip yang nyaman dan fleksibel, bukan kaku.
2. Basic Rudiments (Dasar-Dasar Pola Pukulan)
Rudiment adalah pola pukulan dasar yang menjadi fondasi semua permainan drum.
Contoh rudiment penting:
- Single Stroke Roll: Kanan–kiri–kanan–kiri.
- Double Stroke Roll: Kanan–kanan–kiri–kiri.
- Paradiddle: Kanan–kiri–kanan–kanan, kiri–kanan–kiri–kiri.
Latihan rudiment secara rutin meningkatkan kontrol, kecepatan, dan kekuatan tangan.
3. Foot Technique (Teknik Kaki)
Permainan kaki penting untuk mengontrol kick drum (bass drum) dan hi-hat.
- Heel-Up: Tumit diangkat, cocok untuk pukulan yang lebih keras (rock/metal).
- Heel-Down: Tumit menempel, cocok untuk kontrol yang halus (jazz/pop).
- Teknik lanjutan: Slide technique, heel-toe, dan swivel technique untuk permainan cepat.
4. Hi-Hat Control
Hi-hat bukan hanya untuk ritme dasar, tapi bisa menciptakan berbagai nuansa.
- Closed hi-hat: Bunyi tajam dan ringkas.
- Open hi-hat: Bunyi panjang dan lebar.
Gunakan pedal hi-hat untuk menambah dinamika (misalnya buka-tutup saat main groove).
5. Groove dan Pocket
Groove adalah pola ritme yang “mengalir” enak di dengar, sedangkan pocket adalah posisi ritme yang tepat terhadap tempo.
- Groove penting untuk membuat lagu “hidup”.
- Fokus pada konsistensi dan feel, bukan hanya kecepatan.
6. Fills
Fills adalah pola transisi yang digunakan untuk mengisi ruang antar bagian lagu (misalnya sebelum chorus).
Contoh: Fill di tom, snare, atau kombinasi hi-hat dan cymbal.
Tips: Jangan berlebihan, isi sesuai kebutuhan lagu.
7. Dynamics (Pengendalian Kekuatan Pukulan)
Drummer yang baik tahu kapan harus bermain keras atau lembut.
Ghost notes: Pukulan ringan pada snare untuk menambah groove.
Gunakan variasi volume untuk memberi “rasa” pada permainan.
8. Coordination dan Independence
Kemampuan menggerakkan tangan dan kaki secara terpisah adalah inti dari permainan drum.
Contoh latihan: Mainkan hi-hat dengan tangan kanan, snare dengan kiri, dan kick dengan kaki — semua di ritme berbeda.
Latihan koordinasi sangat penting untuk memainkan pola kompleks seperti funk, jazz, atau latin.
9. Linear Drumming
Teknik di mana tidak ada dua suara drum dimainkan bersamaan — semua pukulan di lakukan secara bergantian.
Hasilnya: Pola ritmis yang unik dan modern.
Populer dalam funk dan hip-hop.
10. Brush Technique (Sapu Lidi/Brush Stick)
Di gunakan dalam jazz, blues, atau musik akustik.
Hasilkan suara lembut seperti “gesekan”.
Teknik sapuan melingkar pada snare menciptakan tekstur halus dan ekspresif.
Bermain drum bukan sekadar memukul keras-keras — tapi soal kontrol, rasa, dan ekspresi. Menguasai teknik dasar hingga lanjutan akan membantumu tampil lebih percaya diri, solid, dan musikal.
Tips Latihan:
- Gunakan metronom untuk menjaga tempo.
- Latih rudiment setiap hari, walau hanya 10–15 menit.
- Rekam permainanmu untuk menilai groove dan timing.
- Dengarkan dan tiru drummer hebat seperti Steve Gadd, Dave Grohl, Benny Greb, Jojo Mayer, dan Travis Barker.
(Fai)